“KNPI Ancam Bongkar Tuntas Jika Tak Tepat Sasaran: “Jangan Sampai Rezeki Nomplok Segelintir Pihak”
REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Gelontoran dana hibah miliaran rupiah di Kabupaten dan Kota Sukabumi menuai sorotan tajam. Bendahara KNPI Kota Sukabumi, Arif Rahman, angkat bicara keras: menyebut kondisi minim transparansi ini “Puntastic Ngeri”.
“GILA PUNTASTIC NGERI! Dana hibah nilainya miliaran. Tapi buat siapa? Untuk pemerataan kesejahteraan rakyat, atau justru pemerataan kekayaan kelompok tertentu?” seru Arif dengan nada tinggi.
KNPI SOROTI 3 KEJANGGALAN KRUSIAL
Sebagai unsur pemuda, KNPI menuntut kejelasan mutlak. Arif menegaskan, anggaran negara tidak boleh berubah jadi “rezeki nomplok” yang dinikmati segelintir pihak tanpa mekanisme akuntabel.
1. Minim Transparansi: Data penerima & besaran dana tidak dibuka ke publik. Rawan permainan.
![]()
2. Tidak Tepat Sasaran: Banyak keluhan masuk. Ada yang dapat fantastis, ada yang cuma numpang nama, banyak yang tidak tersentuh sama sekali.
3. Prosedur Dipertanyakan: “Kami tidak tolak hibah. Tapi jalankan sesuai prosedur & transparan. Jangan ada indikasi main belakang yang rugikan rakyat,” tegas Arif.
PERINGATAN KERAS: KNPI SIAP KAWAL & BONGKAR
Arif Rahman mengingatkan, pembiaran ketidakadilan ini berbahaya. “Jangan main-main dengan aspirasi rakyat. Kalau ada yang tidak beres, siap-siap kami bongkar tuntas. KNPI Kota Sukabumi siap kawal demi keadilan!” pungkasnya.
Pasal yang bisa menjerat jika terbukti diselewengkan:
1. UU 31/1999 jo. UU 20/2001 Tipikor Pasal 2 & 3: Penyalahgunaan wewenang rugikan negara, penjara seumur hidup/denda Rp1 Miliar.
2. Permendagri 77/2020: Hibah wajib transparan, akuntabel, tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, tanggapan resmi Pemkab/Pemkot Sukabumi & pihak penyalur hibah masih ditunggu.
Timred












































