ReaksiNews.com || Sukabumi – Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki-Bobby Maulana memiliki program besar yang gemilang untuk menjadikan Kota Sukabumi Baru akan menjadi kota terbaik di Indonesia.
Usai Konsolidasi Bacalon Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menyampaikan, dengan pengurus DPD Partai NasDem dan DPD Partai Hanura, pada Rabu (11/09/2024).
Menurutnya Ayep Zaki, Kita akan bekerja keras dengan sepenuh hati menjadikan Sukabumi Baru dan untuk mewujudkan mimpi Sukabumi baru yang terbaik di Indonesia.
“Hal ini melibatkan generasi muda genz, generasi x dan generasi milenial,” kata Ayep Zaki.
Sehingga generasi Baby Boomers yang merupakan sebutan bagi mereka yang lahir di antara tahun 1946-1964 atau usia sekitar 59-77 pada tahun 2024 mengarahkan kepada generasi muda agar nanti kreatifitas-kreatifitas akan digali oleh generasi muda.
Lebih Lanjut Ayep Zaki, akan ajak kerjasama untuk mewujudkan Sukabumi Baru ini, dan Ada tiga pilar, yaitu pilar pertama tentu saja partai politik beserta seluruh ormas.
Itu yang akan kita ajak, kedua kalangan birokrat disitu ada legislatif dan eksekutif, lalu pilar ketiga adalah aparat penegak hukum (APH),” terang Ayep Zaki.
Menurutnya, APH ini akan bekerjasama bagaimana membangun Sukabumi Baru ke depan dan menjadi satu harapan hidup yang baik di Kota Sukabumi.
“Secara teknis akan kita bahas setelah pasangan “AYEUNA” Ayep Zaki – Bobby Maulana memenangkan perhelatan Pilkada, tapi yang jelas tiga pilar itu satu kata kunci kebersamaan membangun Sukabumi Baru itu terwujud di Sukabumi ini,” jelasnya.
Disampaikan hal ini, banyak program-program untuk kepentingan warga Kota Sukabumi.
Misalnya saja, bagaimana cara menyelesaikan kemiskinan. Yaitu dengan program dana abadi Rp10 juta per RT.
“Lalu program penyelesaian pengangguran usia produktif lulus SLTA, usia sampai 35 tahun dengan program vokasi yang sertifikasi dunia program internasional dan ini yang akan kita garap. Tentu saja program stunting,” tambahnya.
Selain itu, pasangan “AYEUNA” akan mewujudkan mimpi Kota Sukabumi berpindah perkantoran ke wilayah yang dulu pernah direncanakan, lalu mimpi besar memperluas wilayah kota dari 4.800 menjadi 11.500.
“Tentu saja ini bukan pekerjaan yang mudah dan gampang perlu kerja sama yang baik dan kuat bagaimana kita melobi dengan pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.
(AR)












































