REAKSINEWS.COM || Latar Belakang Rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi mengadakan rapat kerja dengan manajemen RSUD R. Syamsudin, RSUD Al Mulk, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam rangka pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2025.
Tujuan rapat ini adalah memastikan strategi anggaran sektor kesehatan dan kepemudaan tertuang dengan tepat dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Pokok Pembahasan
Evaluasi Kinerja dan Kebutuhan RSUD
Kedua RSUD (Syamsudin dan Al Mulk) memaparkan capaian layanan, kendala fasilitas, dan kebutuhan mendesak untuk peningkatan pelayanan kesehatan.
DPRD menyoroti pentingnya sinergi lintas OPD untuk penguatan layanan dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur serta SDM kesehatan.
Dibahas pula pengalokasian anggaran perlindungan pasien tidak mampu serta program prioritas kesehatan masyarakat.
Sektor Kepemudaan dan Olahraga
Dispora memaparkan rencana program pengembangan bakat pemuda, revitalisasi sarana olahraga, serta strategi pelibatan pemuda dalam program pembangunan daerah.
Kebutuhan anggaran untuk event olahraga, perbaikan fasilitas, dan pemberdayaan organisasi kepemudaan menjadi sorotan utama agar selaras dengan visi pembangunan Kota Sukabumi.
Sinkronisasi KUA-PPAS
Setiap masukan dari penanggung jawab sektor diformulasikan menjadi saran tertulis kepada tim anggaran untuk penyesuaian prioritas dan plafon pada KUA-PPAS 2025.
DPRD menegaskan agar alokasi anggaran tahun berjalan dapat benar-benar menjawab kebutuhan riil layanan dasar (kesehatan, olahraga, pemuda) dan mendukung pencapaian target pembangunan strategis daerah.
Arahan dan Implikasi Kebijakan
Dorongan Transparansi dan Akuntabilitas
DPRD meminta tiap OPD menyiapkan laporan dan proyeksi kebutuhan yang terukur, serta pemaparan kendala aktual di lapangan agar menjadi pertimbangan utama dalam persetujuan KUA-PPAS.
Fokus Efisiensi Penggunaan Anggaran
Dituntut adanya efisiensi penganggaran tanpa mengurangi capaian target layanan vital, baik bagi rumah sakit maupun sektor olahraga dan kepemudaan.
Tim












































