REAKSINEWS.COM || JAKARTA TIMUR – Organisasi Masyarakat (Ormas) GRIB Jaya DPC Kota Sukabumi turun tangan keras mengawal kasus penganiayaan yang menimpa warga asal Sukabumi berinisial SA. Korban diduga menjadi korban kekerasan fisik dan intimidasi oleh atasannya sendiri di wilayah Jakarta Utara.
Ketua PAC Citamiang, Heru Saherudin, membenarkan bahwa pihaknya saat ini aktif mendampingi korban dan keluarga. Bahkan tim hukum sedang dalam perjalanan menuju Polres Jakarta Utara untuk memenuhi panggilan penyidikan tahap kedua.
“Kasus ini tidak bisa dibiarkan. Korban adalah warga kita yang butuh perlindungan hukum. Saat ini tim kami sedang menuju Polres Jakarta Utara untuk melanjutkan proses hukum,” ujar Heru, Selasa (28/4/2026).
Kronologi Kekerasan
Peristiwa naas ini terjadi sekitar akhir Maret hingga awal April 2026 di sebuah apartemen milik terduga pelaku kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Korban yang sebagai rekan bisnis di perusahaan mebel dan interior milik pelaku selama kurang lebih 2 tahun, ditemukan mengalami luka lebam di wajah, tubuh, hingga kedua tangan.
Tidak hanya kekerasan fisik, korban dan keluarga juga dilaporkan terus mendapatkan teror dan intimidasi melalui pesan singkat hingga suara, membuat kondisi psikologis korban sangat terganggu.
Soroti Kebocoran Data
Yang menjadi sorotan tajam dan memicu kecurigaan besar adalah dugaan adanya kebocoran data visum et repertum. Heru menegaskan, sangat aneh dan mencurigakan bagaimana mungkin si pelaku mengetahui kalau kita sedang mengadakan visum di rs tanjung priuk.
“Kami menduga kuat ada kebocoran data dari internal. Bagaimana mungkin pelaku bisa tahu isi visum begitu cepat? Ini harus diusut tuntas, jangan sampai ada oknum yang melindungi atau bermain mata,” tegasnya.
Minta Proses Cepat dan Bersih
Sementara itu, Wakil Sekretaris GRIB Jaya DPC Kota Sukabumi, Acep Usman Abdullah, mengecam keras tindakan biadab tersebut. Ia menuntut aparat penegak hukum bekerja profesional tanpa ada intervensi dari pihak manapun.
“Kami mengecam keras perbuatan tidak manusiawi ini. Kami minta polisi bekerja cepat, tegas, dan bersih. Jangan biarkan pelaku yang berkuasa seenaknya mempermainkan hukum,” seru Acep.
Ia juga menegaskan komitmen GRIB Jaya untuk tidak akan mundur selangkah pun demi menuntut keadilan bagi korban.
“GRIB Jaya hadir untuk membela yang benar. Selama korban masih mencari keadilan, kami akan terus kawal sampai titik darah penghabisan!” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berjalan dan keluarga berharap tidak ada lagi hambatan maupun permainan yang merugikan korban.
Tim












































