REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Aduan dan keluhan soal pasokan makan bergizi gratis ( MBG ) program unggulan presiden RI ( Prabowo Subianto ) itu tak henti – hentinya diterpa persoalan yang datang silih berganti dan terus jadi perbincangan hangat diruang publik.
Persoalan yang timbul mulai dari buruknya kualitas menu, porsi dan terindikasi ada praktik korupsi berjamaah disemua tingkatan pengelola MBG yang terstruktur, masif dan sistematis. Jadi wajar jika menu dan porsi MBG yang sampai ke para siswa/penerima manfaat itu jauh dari harapan dan anggaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal itu dikatakan Array aktivis sosial dan pemerhati MBG saat jumpa di Kantor Redaksi Reaksinews.com ( 03/03/2026 )
Kabar terkini orang tua siswa ( ortusis ) SD CBM Pakujajar dan CBM Cipanengah sama – sama keluhkan soal menu dan porsi MBG yang diberikan kepada anak – anaknya yang diduga asal – asalan dan akal – akalan. Kaitan dengan hal itu para ortusis banyak yang curhat dan menayangkan nya di media sosial ( TikTok, FB dst ). Kemudian ada juga yang langsung datang/ngadu via telp kepada awak Media.
Salah satu ortusis di tiktok minta kepada Andri Setiawan Kasatgas MBG Kota Sukabumi agar menghimbau ke pihak dapur/SPPG nya sebab anaknya yang bersekolah di SDN CBM Cipanengah
dikasih porsi paketan MBG untuk 3 hari yang dinilainya tidak sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam foto di tiktok nya :
1. Jeruk dua buah
2. Kurma empat biji
3. Bolu kukus satu
4. Kue lapis satu
5. Susu kotak Indomilk
Sementara inisial E ortusis SDN CBM Pakujajar anaknya dikasih paketan MBG untuk dua hari, Senin dan Selasa ( 02/03/2026 )
Hanya dikasih :
1. Roti satu
2. Pisang satu
3. Goreng tempe
4. Chiken katsu satu
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyedia makanan, maupun instansi terkait mengenai komposisi menu, porsi, dan soal anggaran
Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah ada tanggapan dari pihak terkait
Catatan Redaksi :
Membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak sekolah, penyedia program, maupun instansi terkait yang merasa dirugikan atau memiliki penjelasan atas pemberitaan ini, guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi.
Timred












































