REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Maraknya beragam aduan penolakan dan keluhan soal pasokan makan bergizi gratis ( MBG ) program prioritas presiden RI ( Prabowo Subianto ) terus Budi Raharjo pemilik PKBM di Kp. Cicantayan tuding ada indikasi praktik Korupsi di Dapur MBG SPPG 3 Cisaat kab Sukabumi. Benarkah? Simak beritanya dan bermunculan dimana – mana di termasuk di kota dan kabupaten Sukabumi baik melalui saluran dunia Maya/dunia nyata.
Info terkini ada indikasi kuat soal praktik korupsi Seperti salah satunya yang diungkapkan oleh Budi Raharjo pemilik PKBM di Kampung Cicantayan di akun tiktok nya bahwa pasokan makan bergizi gratis ( MBG ) dari dapur SPPG 3 Cisaat yang diterima penerima manfaat untuk 3 hari, Selasa Rabu dan kamis 24 – 26 Feb 2026 tersebut tak sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Dan Ini harga menurut keterangan dari pihak korlap dapur tersebut adalah sebagai berikut :
1. Roti 3 X 2000 = 6000
2. Abon satu cap kecil = 6000
3. Susu kemasan kecil 2 X 3000 = 6000
4. Buah Fir ukuran sedang = 1.800
5. Pisang petot 1 = 1.250
Jumlah total = 21.050
Seharusnya 3 hari itu 30.000? sisanya yang 8.9050 itu dikemanakan? Jadi silahkan hitung berapa yang di mamam/makan olah pihak dapur.
Menurut ketua dapurnya insyaallah amanah dan siap dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Bagaimana menurut pendapat mu? Kata Budi Raharjo di akun tiktok nya.
Untuk memastikan hal diatas, awak media langsung kontak Budi Raharjo melalui WhatsApp miliknya, namun sayang telp YBS tak aktif. Selasa ( 03/03/2026 )
Catatan :
Sampai berita ini ditayangkan, pihak Redaksi Reaksinews.com, belum dapat menghubungi pihak dapur SPPG 3 Cisaat kab Sukabumi
Timred












































