REAKSINEWS.COM || SUKABUMI — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bantargadung memicu pergeseran tanah di Kampung Cijambe RT 05/RW 07, Desa Bantargadung, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Bantargadung dari Koramil 2203/Warungkiara, Serka Didik Susanto, turun langsung melakukan pemantauan ke lokasi terdampak.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Danramil 22-03/Warungkiara, Serka Didik menyebutkan bahwa pergeseran tanah terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sedikitnya lima rumah warga berada dalam kondisi rawan terdampak serius dan terancam roboh (RSB).
Adapun warga yang terdampak antara lain:
Bapak Diding (63 tahun), 1 KK, 3 jiwa.
Ibu Linda Farida (50 tahun), 1 KK, 4 jiwa.
Bapak M. Bukhori (25 tahun), 1 KK, 3 jiwa.
M. Abdul Muizzul Falah (50 tahun), 1 KK, 5 jiwa.
Satu pondok pesantren dengan jumlah santri sekitar 20 orang yang turut terancam.
“Korban jiwa nihil. Namun kondisi rumah warga dalam keadaan rawan dan perlu diwaspadai,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026)
Sebagai langkah antisipasi, Serka Didik Susanto menghimbau warga yang rumahnya berada di titik rawan agar sementara waktu mengungsi ke rumah sanak saudara guna menghindari risiko korban jiwa apabila terjadi pergerakan tanah susulan.
Babinsa juga telah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Bantargadung serta unsur P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) untuk langkah penanganan lanjutan dan pemantauan situasi di lapangan.
Hingga kini, situasi di lokasi terpantau dalam keadaan aman dan terkendali. Aparat kewilayahan bersama unsur terkait masih terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah lanjutan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
Reporter : Jul
Editor : Redaksi











































