ReaksiNews.com || Sukabumi – Shalat, puasa sunah, membaca al Qur’an, berbagi dan peduli sesama mesti menjadi kebiasaan, baik Ramadhan maupun di luar Ramadan. Hanya saja di bulan Ramadan lebih meningkat lagi. Demikian pula meninggalkan kebiasaan buruk, dosa dan maksiat. Hal itu agar kita menjadi hamba Rabbani, Yaitu hamba yang beribadah kepada Allah sepanjang hayat bukan sesaat. Karena Allah memerintahkan kita untuk menghamba kepada-Nya hingga ajal menjemput.
“Dan sembahlah Tuhan-mu hingga datang kepadamu kematian.” (al-Hijr: 99).
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102).
Di bulan Ramadan, sebagian orang menjadi dekat dengan sejadah, aktif shalat berjamaah, rajin baca Qur’an dan dengar ceramah, gemar infak dan sadaqah, berpakaian muslim dan muslimah. Alhamdulillah. Semoga berlanjut dan istioqomah. Namun jika itu hanya di bulan Ramadan saja, setelah usai ramadan, tak lagi membaca Qur’an, jarang ke masjid lagi, bahkan kembali maksiat, maka kita belum menjadi hamba Rabbani. Kita baru hamba Ramdani, yaitu hamba yag beribadah hanya di bulan Ramadann.
Sering kita dengar. Tempat yang dianggap maksiat tutup sementara, selesai Ramdlan kembali di buka. Acara-acara ditelivisi kompak bernuansa religi, artis-artis pun bergaya ‘surgawi’. Setelah Ramadan berlalu acara kembali ke suasana ‘nerakawi’.
Ulama salaf pernah ditanya tentang orang-orang yang keadaannya demikian, mereka menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang sangat buruk, (karena) mereka tidak mengenal hak Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan.”
Ibnu Taimiyah mengingatkan, “Siapa saja yang bertekad meninggalkan maksiat pada bulan Ramadhan saja, tanpa memiliki tekad yang sama pada bulan lainnya, ia bukan seorang yang benar-benar bertobat.
Karena itu nasihat ulama patut direnungkan, ‘kun rabbaniyan wala takun ramdlaniyan’, jadilah hamba Rabbani, yaitu hamba yang beribadah sepanjang masa. Jangan menjadi hamba Ramdani, yaitu hamba yang beribadah hanya di bulan Ramadlan saja.











































