ReaksiNews.com || Mahasiswa Program KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Nusa Putra mengadakan pelatihan budidaya magot di Desa Citarik. Kegiatan ini ditujukan khusus kepada anggota Karang Taruna desa setempat dengan tujuan utama meminimalisir masalah sampah dan membuka peluang pendapatan baru bagi komunitas, Pada Jumat, 30 Agustus 2024.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan magot sebagai agen pengurai. Selain itu, program ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi tambahan melalui budidaya magot yang dapat dijadikan sumber pendapatan bagi para anggota Karang Taruna.
M Fikri Nurzaman Selaku Ketua Kelompok Desa Citarik mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai solusi dari permasalahan pengolahan sampah dan peluang bisnis menjanjikan, karena di daerah pelabuhanratu banyak sekali pecinta burung dan kios kios burung yang menjadi pasar bagi hasil budidaya magot.
Pelatihan berlangsung di balai desa dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep budidaya magot sebagai solusi inovatif untuk pengelolaan sampah organik. Magot, larva dari lalat Black Soldier Fly, dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai sampah organik, mengubahnya menjadi pupuk kompos dan pakan ternak yang bernilai.
Instruktur dari kalangan mahasiswa KKN memulai dengan penjelasan teori mengenai siklus hidup magot dan manfaat ekologisnya. Kemudian, peserta dibimbing dalam praktik langsung, meliputi persiapan media budidaya, pemeliharaan larva, dan teknik panen.
Para peserta juga mendapatkan informasi mengenai cara memasarkan hasil budidaya, baik dalam bentuk magot hidup maupun produk olahan seperti pupuk dan pakan ternak.
Acara ini tidak hanya mengedukasi anggota Karang Taruna tentang teknik budidaya magot tetapi juga memberikan wawasan tentang potensi ekonomi dari kegiatan ini. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota Karang Taruna dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mengurangi jumlah sampah organik yang dihasilkan serta menjadikannya sebagai sumber pendapatan tambahan.
Warga desa, khususnya anggota Karang Taruna, menyambut baik inisiatif ini. Mereka melihat pelatihan sebagai kesempatan untuk mengatasi masalah sampah yang kerap menjadi kendala serta untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan peningkatan ekonomi lokal di Desa Citarik,
“Terimakasih Kepada mahasiswa yang telah menginisiasi kegiatan ini, dari awal pelatihan sampai pendanaan untuk awal budidaya, semoga program ini berkelanjutan dan membawa dampak bagi desa citarik” Ujar Hamami Ketua Karang Taruna Desa Citarik.
Red











































