REAKSINEWS.COM || KOTA SUKABUMI – Wakil Ketua DPRD dan Anggota DPRD Kota Sukabumi menghadiri acara silaturahmi berjudul “Silaturahmi Menggemakan Gagasan, Memajukan Kota Sukabumi” sebagai upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antar‑lembaga serta elemen masyarakat dalam memajukan pembangunan Kota Sukabumi.
Bentuk dan Konteks Acara tersebut diformat sebagai ruang dialog informal namun bernuansa kelembagaan, di mana Wakil Ketua DPRD dan para anggota bertemu dengan tokoh masyarakat, organisasi, serta mitra kerja untuk saling mengemukakan gagasan dan masukan pembangunan.
Silaturahmi ini dijadikan momentum untuk mempererat ukhuwah, menyerap aspirasi, serta memperkuat sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Kota Sukabumi yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Peran Wakil Ketua dan Anggota DPRD
Dalam acara ini, Wakil Ketua DPRD berperan sebagai fasilitator utama yang menggiring narasi gagasan strategis daerah, seperti peningkatan pelayanan publik, penataan kota, dan pengelolaan potensi ekonomi lokal.
Para Anggota DPRD Kota Sukabumi juga menggunakan kesempatan ini untuk mendengar langsung persoalan di lapangan, mengkonfirmasi inisiasi program, serta menjelaskan kebijakan dan peran DPRD dalam mengawal dan menganggarkan program pembangunan Kota Sukabumi.
Kolaborasi perempuan dari berbagai organisasi sangat penting bagi Kota Sukabumi karena memperkuat jaringan sosial, meningkatkan kualitas pembangunan, serta memastikan kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada perempuan dan anak.
“Mengapa kolaborasi perempuan penting
Perempuan dari organisasi PKK, Aisyiyah, DWP, kemasyarakatan, dan keagamaan memiliki jangkauan langsung ke keluarga dan komunitas; kolaborasi mereka mempercepat penyebaran informasi, edukasi, dan program (misalnya kesehatan, pendidikan, UMKM, dan lingkungan),” ujarnya.
Dengan berjejaring lintas organisasi, perempuan bisa menyatukan program dan menghindari tumpang tindih, sehingga sumber daya (dana, tenaga, fasilitas) lebih efisien dan berdampak nyata bagi masyarakat Kota Sukabumi.
Dampak terhadap pembangunan Kota Sukabumi
Kolaborasi perempuan menjadi saluran konkret untuk mendorong kebijakan yang pro‑perempuan dan anak, misalnya dalam Musrenbang serta program pemberdayaan ekonomi, perlindungan sosial, dan pelestarian budaya lokal.
“Ketika perempuan berorganisasi bergandengan tangan, mereka juga memperkuat nilai‑nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong, yang menjadi fondasi tatanan Kota Sukabumi yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” tandasnya.












































