Oleh: Lathief Abdallah
(Pemerhati Sosial dan Keagamaan)
REAKSINEWS.COM || Sebelum berada dalam kekuasaan Islam, al Quds (Yerussalam Palestina) di dalamnya ada Masjid Al Aqsha tempat Isra dan mi’raj Nabi, pernah berada dalam kekuasaan Romawi, kekuasaan Salibis Eropa, dan saat ini berada dalam penjajahan Zionis Israel.
Pembebasan Al Quds dari dua kekuasaan Romawi dan Eropa dipimpin oleh dua pahlawan besar Islam; Pertama. Sayyidina Umar Bin Khattab. Beliau mengambil alih Yerusalem (Al-Quds) dari tangan Romawi Timur pada masa kepemimpinannya sebagai Amirul Mukminin pada Tahun 637 M, pasca kemenangan dalam perang Yarmuk terjadi pada akhir tahun ke-13 Hijriyah bertepatan pada masa peralihan Khalifah Abu Bakar kepada Umar Bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma.
Inilah satu satunya perang terbesar pasukan muslim melawan Kerajaan Romawi Timur (Byzantium). Usai perang, pasukan muslim mendapat kemudahan menaklukkan seluruh kota-kota di negeri Syam. Amru bin Ash di bawah komando Abu Ubaidah Al-Jarrah radhiyallahu ‘anhuma berhasil memblokade Al-Quds pada 17 Hijriyah. Kemudian Umar datang ke Palestina untuk bertemu langsung dengan salah satu pembesar Romawi, Sophronius. Umar menandatangani perjanjian dengan Sofronius, di mana sang khalifah memberi jaminan bahwa penduduk Kristin dan tempat suci di Yerusalem akan dilindungi di bawah pemerintahan kaum Muslimin. Juga sesuai permintaan masyarakat setempat, tidak boleh seorangpun orang Yahudi tinggal di Yerus salam karena kaum Yahudi banyak melakukan kejahatan dan penghianatan.
Ada yang menarik dari sikap Umar kala itu. Ketika Beliau dipersilakan sholat di Gereja Makam Kudus (salah satu tempat suci umat Kristen), Umar menolak untuk sholat di dalam gereja sehingga kaum Muslim tidak meminta konversi gereja Makam Qudus menjadi masjid. Sayyidina Umar memilih sholat di luar gereja, tempat di mana Masjid Umar berdiri hingga saat ini, berlawanan arah dengan pintu masuk Gereja Makam Qudus. Masjid Umar merupakan sebuah bangunan berstruktur kayu dengan bentuk persegi panjang yang dibangun di atas reruntuhan dan dapat menampung 3.000 jamaah. Umar Bin Khattab dikenal sebagai pahlawan yang membebaskan Yerusalem (Al-Quds) dari cengkraman Kerajaan Romawi. Nama beliau tercatat dalam sejarah Islam.
Kedua, Shalahuddin Al-Ayubi. Berperan besar dalam pembebasan Baitul Maqdis. Beliau adalah laki-laki yang berasal dari suku Kurdi, Irak. Shalahuddin meniti puncak kariernya sebagai panglima besar yang merebut kembali tanah suci Baitul Maqdis dari cengkraman pasukan Salib Kristen. Sehari sebelum penaklukan, Shalahuddin Al-Ayubi bersama 60 ribu lebih pasukannya telah mengepung Yerusalem. Beliau berhasil menaklukkan Yerusalem setelah 88 tahun hidup dalam cengkraman Salibis, Kristen Eropa yang keji kala itu. Yerusalem berhasil direbut oleh Shalahuddin pada hari Jumat, 27 Rajab 583 H bertepatan 2 Oktober 1187 M. Al-Quds akhirnya berhasil takluk dari penjajahan Kristen Eropa. Hari itu kebetulan bertepatan dengan peringatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad.
Peristiwa bersejarah itu dicatat oleh Ibnu Syaddad, penulis sejarah zaman itu, berikut ungkapannya: “Merayakan pemilihan waktu yang sangat tepat ini, sungguh suatu kebetulan! Allah mengizinkan kaum Muslim merebut kota itu sebagai perayaan peringatan perjalanan Malam Rasulullah ke langit.” Semua kaum muslimin kala itu sangat antusias dan bergembira. Mereka berkumpul menyaksikan kemenangan itu. Luapan sukacita dan kegembiraan tak terbendung. Shalahuddin dan pasukan muslim mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid Al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.
Lantas, siapa pahlawan ketiga yang akan membebaskan tanah Palestinan dari pejajahan Zionis Isarail abad ini. Sejak 1948 sampai hari ini sudah 78 tahun Zionis Yahudi merampas 80 % Tanah Palestina, menguasai masjid Aqsho, dan menghapus negara Palestina dari peta Dunia.
Puncak kejahatan Zionis Israel sejak dua tahun lalu, 2024 hingga saat ini, mereka melakukan penghancuran luar biasa, memborbardir semua bangunan di Gaza, membunuh lebih dari 100rb warga, mengusir bahkan melakukan genosida.
Keganasan Zionis tanpa perlawanan sepadan secara militer karena didukung oleh Negara super power AS. Perlawan Hamas yang disupport oleh Iran tentu sangat terbatas.
Dunia protes, demontrasi bela Palestina tolak genosida hampir di semua negara, Aksi boikot produk terafiliasi ke Zionis, kecaman PBB hingga Keputusan mahkamah internsional sebagai terdakwa kejahatan manusia oleh Israel dianggap angin lalu.
Th 2026 Tahun Pembebasan Ke Tiga Al Quds? Siapa Pahlawan Pembebasnya ?
Narasi Wahyu (QS .17:4-7) mengabarkan bahwa Bani Israil akan mengalami kehancuran ke dua kali setelah mereka melakukan kesombongan dan kejahatan kembali. Bani Israil, Zionis saat ini memiliki kekuatan sebuah negara, dukungan finansial, teknologi mutaakhir hingga senjata nuklir, dan didukung negara adidaya AS.
Awal Ramadan, 28 Pebruari 2026, Amerika dan Zionis Israel melakukan agresi besar-besaran ke negara Iran. Dengan target melumpuhkan kekuatan Iran, mengganti Rezim berkuasa dengan rezim boneka AS yang pro Israel. Pada serangan itu, pimpinan besar Iran, Ayatullah Ali Al Khumenei syahid. Selama ini Iran di Timur tengah yang tak bisa diajak bersekutu (diperbudak) oleh AS. Iran pula yang selama ini membackup perlawanan Hamas. Sementara negara-negara teluk telah lama menyediakan karpet merah dan pangkalan militer bagi AS.
Alih-alih menaklukan dengan mudah, Iran membuat dunia tercengang. Mampu membalas AS dan Israel dengan kemampuan luar biasa. Telviv Israel dibuat seperti Gaza, tujuh pangkalan militer AS di teluk porak poranda, Pesawat tempur tercanggih AS tak berkutik, hingga jalur minyak dunia Hormuzt dikuasai total oleh Iran. AS berulang minta genjatan Senjata. Setelah dilakukan pun gagal. Iran siap perang hingga Israel Lenyap.
Dalam pidtonya, juru bicara militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari menegaskan bahwa Iran berjuang bukan hanya untuk kepentingan nasional sendiri tapi juga untuk pembebasan Palestina.
Mojtaba Hosseini Khamenei, putra dan penganti Ayatullah Ali Khamenei memiliki sikap pemberani dan lebih tegas kepada AS dan Israel. Rakyat Iran begitu masiv menyerukan pembalasan dan perlawanan. Duniapun mulai melepaskan persekutuannya dengan AS, dan pelan- pelan merapat ke Iran.
Sejatinya Palestina tidak akan bebas dari cengkraman Zionis Israel kecuali Israel dan sekutunya terlebih dahulu runtuh.
Apakah th 2026 ini tahun kehancuran Israel sesuai perkiraan Syekh Ahmad Yasin pendiri Hamas? Apakah pembebas Al Quds Palestina ke tiga ada ditangan Mojtaba Hosseini Khamenei pemimpin tertinggi Iran saat ini? Apakah sedang terealisasi berita al Qur’an ini ?
“Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini” [ QS Muhammad : 38].
Dalam riwayat Ath Thawiy, para sahabat bertanya, bangsa mana yang akan mengganti kami (orang-orang Arab) bila kami berpaling. Nabi menjawab, mereka kaumnya Salman al farisi, yaitu bangsa Persia (Iran saat ini). Wallahu A’lam.











































