REAKSINEWS.COM || LEBAK – Program Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang digelar Dinas Sosial Provinsi Banten kemarin menuai polemik. Pasalnya, Tagana Kabupaten Lebak sebagai tuan rumah dan ujung tombak penanggulangan bencana di daerah justru tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Ironisnya, saat polemik ini mencuat, Dinas Sosial Provinsi Banten memilih bungkam. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Perlinsos) Dinsos Banten yang dikonfirmasi awak media enggan memberikan keterangan.
Alih-alih memberikan klarifikasi, Kabid Perlinsos tersebut justru meminta wartawan untuk datang langsung ke kantornya.
“Maaf, kalau mau konfirmasi datang saja ke kantor,” ujar singkat Kabid Perlinsos saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, tanpa menjelaskan alasan Tagana Lebak tidak dilibatkan dalam Program Tagana Masuk Sekolah.
Sikap tertutup pejabat Dinsos Banten itu sangat disayangkan. Padahal, Program Tagana Masuk Sekolah merupakan program edukasi mitigasi bencana sejak dini kepada pelajar, yang seharusnya melibatkan Tagana di wilayah setempat yang lebih memahami karakteristik kebencanaan di Lebak.
“Ini program Tagana Masuk Sekolah, tapi Tagana Lebaknya sendiri tidak diajak. Lucu kan? Kita yang di lapangan, yang tahu medan Lebak, malah tidak dilibatkan, Program tagana masuk sekolah di wilayah kab lebak tapi tagana lebaknya tidak dilibatkan,” ungkap Ketua Tagana Lebak dengan nada kecewa.
Kabupaten Lebak diketahui merupakan daerah rawan bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah. Seharusnya, pelibatan Tagana Lebak dalam TMS menjadi hal wajib untuk memberikan edukasi yang relevan kepada siswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinsos Provinsi Banten belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan tidak dilibatkannya Tagana Kabupaten Lebak dalam kegiatan Tagana Masuk Sekolah tersebut.
Penulis : (NA)
Editor : Redaksi




































