REAKSINEWS.COM || RANGKASBITUNG – Di tengah gempuran kuliner modern dan serba instan, Mak Neng, perempuan asal Kampung Cipeundeuy, Rangkasbitung, tetap setia mempertahankan kuliner zaman dulu.
Ia adalah penjual pecel keliling yang tak kenal lelah. Setiap pagi, dengan nyiru di atas kepala, Mak Neng berjalan kaki menyusuri kampung demi kampung menjajakan pecel racikannya.
Di atas nyiru anyaman bambu itulah, semua kelezatan tempo dulu tersaji. Ada aneka sayuran rebus segar seperti paya muda, kangkung, toge, dan daun singkong, dilengkapi dengan gorengan bakwan yang khas sebagai toping dalam setiap porei pecel yang disajikan nya terhadap pembeli, ditambah lagi dengan bumbu kacang kental racikan sendiri yang medok dan autentik.
Bumbu kacang buatan Mak Neng menjadi kunci. Pedas, manis, gurihnya pas, diulek manual dengan resep warisan leluhur yang tak pernah ia ubah. Cita rasa inilah yang membuat pecelnya kerap diburu warga.
Diusia nya yang sudah tidak muda lagi Mak Neng sering kali harus berkeliling jauh, meski demikian pihaknya mengaku bangga lantaran bisa tetap melestarikan kuliner tradisional di tengah zaman yang serba modern.
“Sayang kalau kuliner jaman dulu hilang. Selagi masih kuat, saya akan terus keliling. Ini bukan cuma soal jualan, tapi soal mempertahankan rasa warisan orang tua,” ujar Mak Neng.
Kehadiran Mak Neng di Kampung Cipeundeuy, Rangkasbitung, menjadi bukti nyata bahwa kuliner tradisional tidak akan pernah mati jika masih ada tangan-tangan tulus yang setia menjaganya.
(NA)




































