REAKSINEWS.COM || ERBIL – ISTANBUL – SUKABUMI – Nasib pilu dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Ranji Babakan Sirna Kebon Pedes, Sukabumi. Dia adalah Anon, purna tugas kerja di Erbil, Irak.
Anon mengaku diberangkatkan ke luar negeri oleh sponsor yang masih tetangganya sendiri, bernama Neng Puzi.
Bukannya dapat pelindungan, proses pemulangannya dari Erbil ke Indonesia justru jadi mimpi buruk!
TERLANTAR 3 HARI 3 MALAM DI BANDARA ISTANBUL TANPA MAKAN!
Saat transit di Bandara Istanbul Turki, Anon ditolak otoritas bandara dengan alasan keterlambatan Check-In dan pembatalan Visa. Tiketnya hangus!
Dia konfirmasi ke pihak agensi di Erbil, jawabnya: “Kami sudah urus sesuai prosedur.” Tapi faktanya, Anon ditinggalkan begitu saja!
Akibatnya, kepulangan Anon tertunda 3 hari 3 malam di Bandara Istanbul Turki tanpa makan! Hanya bisa beli air minum karena uang yang dipegang hanya mata uang Rupiah pemberian agensi.
Beruntung, dia bertemu polisi bandara yang mengarahkan untuk menghubungi hotline KJRI Turki.
KJRI TURKI DIDUGA TOLAK BANTU, ALASAN GEDUNG RENOVASI!
Mirinya lagi, saat Anon minta perlindungan bantuan ke KJRI Turki untuk sekadar numpang tidur dan mandi sambil menunggu tiket dikirim anak dan keluarga dari Indonesia, pihak KJRI diduga menolak!.
Alasannya: Gedung baru selesai direnovasi jadi belum ada tempat penampungan (shelter).
Padahal sesuai UU No.18 Tahun 2017 Pasal 68 Ayat 1, negara melalui Perwakilan RI di luar negeri WAJIB memfasilitasi pemulangan PMI bermasalah! Bahkan wajib memberi tempat penampungan!
Anon akhirnya kembali ke bandara, tidur 3 hari 3 malam di kursi besi bandara Istanbul, menahan lapar!
Hal ini diketahui setelah Anon berkomunikasi langsung via WhatsApp dengan KDM: Kang Didin Muhidin, Aktivis Pemerhati Buruh Migran sekaligus Tim SekBer TPPO RI, Minggu (28/09/2026).
SPONSOR NENG PUZI DIDUGA LEPAS TANGAN SAAT KORBAN BUTUH 2 JUTA!
Puncak kekecewaan Anon adalah sikap sponsor Neng Puzi.
Untuk bisa pulang, Anon butuh tiket baru seharga Rp.8,4 Juta. Uang Anon hanya ada Rp.6,4 Juta. Kurang Rp.2 Juta.
Anon minta bantuan tambahan Rp.2 Juta ke Neng Puzi melalui staf desa, namun TIDAK DIRESPON! Bungkam!
“Jelas saya kecewa,” ujar Anon via WhatsApp kepada Tim SekBer TPPO RI.
“Anon sangat menyayangkan sikap dari Neng Puzi. Saat dimintai bantuan untuk nambahin beli tiket 2 juta karena harga tiket 8,4 juta, Anon hanya punya 6,4 juta. Kata Anon bahwa permintaan tambahan tersebut disampaikan langsung oleh staf Desa kepada Neng Puzi namun tak direspon,” jelas KDM.
Informasi terkini, Alhamdulillah Anon kini sedang berproses pulang ke Indonesia, transit di Bangkok dan mungkin besok pagi sudah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
ANON ANCAM LAPOR POLISI! CEK SISKOP2MI!
Anon menegaskan, jika sudah sampai di rumah, akan minta pertanggungjawaban kepada Neng Puzi sekaligus Lapor Polisi!
Tim SekBer TPPO RI akan melakukan investigasi:
1. Apakah Anon terdata di SISKOP2MI? Jika TIDAK TERDATA DI SISKOP2MI FIX KORBAN TPPO sesuai UU 21/2007 dan UU 18/2017 Pasal 86 ancaman 10 Tahun!
2. KJRI Istanbul wajib dievaluasi! Menolak WNI terlantar dengan alasan renovasi gedung adalah bentuk pelanggaran Asta Cita Presiden Prabowo tentang pelindungan WNI!
3. Sponsor Neng Puzi wajib diperiksa! Membiarkan korban terlantar tanpa makan di bandara negara orang adalah bentuk eksploitasi dan penelantaran!
“Redaksi masih menunggu hak jawab KJRI Istanbul dan Neng Puzi”
TimRed – Reaksinews.com




































