REAKSINEWS.COM || LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak bersama Kementerian Pertanian RI menyelenggarakan Festival Murak Kadu 2026 di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Kegiatan ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-198 dan bertujuan mendukung pengembangan sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya lokal.
Hadir sebagai perwakilan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ferdi Marbun, M.M., Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian RI, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak, petani durian, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Dr. Ferdi Marbun menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang menikmati durian, namun menjadi media promosi strategis untuk potensi wisata, budaya, kuliner, dan produk UMKM unggulan Kabupaten Lebak.
“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati durian, tapi juga dapat mengenal lebih dekat berbagai potensi dan produk unggulan Kabupaten Lebak,” ujar Dr. Ferdi Marbun, Sabtu (26/09/2026) di Alun-alun Lebak.
Ia menegaskan, pengembangan durian tidak cukup hanya di sektor hulu atau peningkatan produksi, tetapi harus diperkuat di sektor hilir dengan produk berdaya saing dan akses pasar internasional. Mutu yang baik, aman konsumsi, dan ketersediaan produk menjadi kunci agar durian Lebak dapat bersaing di pasar global.
“Hal yang sangat penting adalah peningkatan kapabilitas petani yang menerapkan praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices) untuk menghasilkan produk bermutu, serta pembukaan akses pasar. Petani diharapkan tidak hanya menjual buah dalam bentuk segar, tetapi juga dalam bentuk olahan seperti frozen,” katanya.
Menurutnya, semangat hilirisasi terus didorong oleh Kementerian Pertanian agar nilai tambah komoditas pertanian semakin besar. Potensi pertanian juga perlu dihubungkan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga satu kegiatan dapat memberikan manfaat bagi banyak sektor sekaligus.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Ferdi Marbun memaparkan, pada tahun 2026 Kementerian Pertanian mengembangkan kawasan durian melalui ekstensifikasi seluas 1.434 hektar dan intensifikasi 750 hektar, dengan total 2.188 hektar dan dukungan anggaran sekitar Rp 23 miliar yang tersebar di 14 provinsi dan 28 kabupaten.
Kementerian Pertanian juga telah memetakan 12 komoditas hortikultura unggulan berorientasi ekspor, di antaranya manggis, kentang, bawang merah, jamur, cabai, pisang, nanas, salak, jahe, dan termasuk durian.
“Data kami menunjukkan ekspor durian Indonesia periode 2022 hingga 2025 mencapai lebih dari 2.100 ton. Malaysia menjadi pasar utama dengan volume sekitar 1.300 ton, disusul Hong Kong, Thailand, Singapura, dan China,” jelas Dr. Ferdi Marbun.
Acara Festival Murak Kadu 2026 dilanjutkan dengan bazar durian murah, pameran produk UMKM, dan pertunjukan seni budaya lokal. (Mujahidin).




































