REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Sejuknya angin Taman Sugema Lamping, Gedong Panjang, Sabtu-Minggu ini jadi saksi guyubnya 30 pengurus DPD dan DPC Gerakan Reformis Islam (Garis) Sukabumi Raya. Bukan sekadar kumpul, tapi Tadabur Alam triwulanan yang meneduhkan hati dan menguatkan langkah khidmat untuk umat.
Acara yang dipantau langsung jajaran Polsek Citamiang ini dibuka dengan khidmat. Ketua DPD Garis Sukabumi Raya, Ust. Ade Saepuloh, bersama Ketua DPC Garis Kec. Citamiang, TB. Ryan alias Jojo, menuntun acara yang sarat makna:
1. Sentuhan Kasih: Santunan Yatim Piatu
Tangan-tangan pengurus Garis tak hanya mengepal untuk amar ma’ruf, tapi juga terulur lembut menyantuni anak yatim piatu. Senyum mereka jadi bukti bahwa dakwah Garis tak berhenti di mimbar, tapi hadir nyata di pelukan anak-anak yang kehilangan sandaran.
2. Siraman Ruhani: Tausiah Penyejuk Jiwa
Pengajian dan tausiah mengalir di tengah alam terbuka. Ayat-ayat Al-Qur’an dan nasihat kebaikan jadi oase, menenangkan hati para pengurus yang sehari-hari berjibaku di tengah umat. “Tadabur Alam ini charger iman kami. Agar pulang dari sini, khidmat kami ke umat makin kuat,” tutur salah satu peserta.

Solidnya Barisan Garis Sukabumi Raya
Tadabur ini juga jadi ajang silaturahmi pengurus inti:
1. Ketua DPD: Ust. Ade Saepuloh2. Panglima: Ust. Yuyok
3. Sekjen: Deni Ramdani, S.M
4. Humas: Asep Rahmat, S.H
Di bawah komando mereka, Garis Sukabumi Raya meneguhkan komitmen: Ormas bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk kebermanfaatan. Hadirnya Polsek Citamiang yang memantau dengan humanis jadi bukti bahwa Garis bersinergi, bukan berseberangan dengan negara.
Ust. Ade Saepuloh menegaskan, “Tadabur Alam 3 bulan sekali ini rem kami. Alam mengingatkan bahwa kita kecil di hadapan Allah. Santunan yatim mengingatkan bahwa umat menunggu uluran kita. Semoga Garis makin bermanfaat, makin dicintai, dan jadi wasilah kebaikan.”
Tadabur Alam Garis ini pesan teduh di tengah hiruk-pikuk: Bahwa kekuatan ormas Islam bukan di otot, tapi di akhlak. Bukan di teriakan, tapi di sentuhan. Bukan untuk ditakuti, tapi untuk dirindukan umat.
Redaksi











































