Purwanto Desak Walikota Tegas, Stop Pelihara Konflik Pemuda – “Jangan Sampai Berdarah Baru Bergerak!”
REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Bola panas dualisme KNPI Kota Sukabumi resmi jadi urusan Walikota. Ketua MIO Media Independen Online Sukabumi Raya, Purwanto, angkat bicara pedas.
Ultimatumnya jelas: Walikota Ayep Zaki harus turun tangan sekarang, atau siap-siap kena blunder fatal! Peringatan keras ini muncul di tengah memanasnya konflik, usai ratusan pemuda KNPI kubu Tantan Sutandi geruduk Disporapar menuntut keadilan.
PURWANTO: “INI BUKAN LAGI ISU, INI BOM WAKTU YANG TINGGAL NUNGGU MELEDAK!”
“Kedua kubu ini sama-sama punya basis massa, simpatisan, dan ‘pasukan’ masing-masing. Kalau dibiarkan terbelah, ini bahaya.Walikota harus ambil sikap tegas. Jangan sampai bom waktu ini meledak dan picu clash fisik di tengah masyarakat!” sentil Purwanto, Senin (20/4/2026).
Purwanto nggak main-main. Menurutnya, Ayep Zaki sebagai nakhoda Sukabumi wajib kerja ekstra keras. Membiarkan dualisme tanpa kepastian hukum sama dengan melihara konflik horizontal. “Pemuda itu harusnya perekat bangsa. Bukan malah diadu domba karena Pemda nggak berani mutusin. Kalau nunggu berdarah dulu baru bergerak, telat Pak Wali!”.
KENAPA WALIKOTA AYEP ZAKI BISA KENA BLUNDER?
1. Legitimasi taruhannya: Membiarkan dua KNPI sama-sama ngaku sah = Pemda nggak punya wibawa.
2. APBD rawan bancakan: Selama nggak ada legalitas jelas, dana hibah pemuda rawan dibagi dua atau malah masuk ke ‘anak emas’ doang.
3. Clash di depan mata: Massa Tantan udah turun ke jalan. Kubu sebelah pasti nggak diam. Kalau bentrok, yang disalahin pertama: Walikota.
TUNTUTAN PURWANTO KE AYEP ZAKI: TEGAS, BUKAN NETRAL-NETRALAN!
1. Putuskan legalitas sekarang: Audit SK Kemenkumham, DPP KNPI, putusan pengadilan. Umumkan siapa yang sah. Jangan ngambang.
2. Stop semua fasilitas & dana: Sebelum ada putusan, hentikan kucuran APBD ke dua kubu. Biar nggak ada kesan pelihara konflik.
3. Panggil dua ketua kubu + Forkopimda: Mediasi terbuka, live, disaksikan publik. Biar nggak ada bisik-bisik di belakang.
4. Berpihak pada aturan, bukan orang: “Jangan ada yang dipihakkan, jangan ada yang didiskriminasi. Keadilan harga mati.”
KONTEKS: DEMO TANTAN SUTANDI BUKTI PEMUDA UDAH MUAK
Ultimatum MIO ini nggak berdiri sendiri. Senin pagi, ratusan pemuda kubu Tantan Sutandi udah gedor Disporapar. Teriakannya sama: tolak anak emas, stop wasit curang.
“Kami menolak ada yang jadi ‘anak emas’ dan ada yang jadi ‘anak tiri’. Perlakuan timpang inilah yang memicu kemarahan dan memecah belah persaudaraan pemuda,” teriak Tantan. Sementara Kadisporapar Rahmat Sukandar cuma bisa jawab, “Aspirasi akan kami catat dan sampaikan ke pimpinan sesuai prosedur.”
Jawaban yang justru bikin pemuda makin panas. CATATAN REDAKSI: WALIKOTA JANGAN MAIN AMAN, SEKALI CLASH NAMA BAIK HANCUR
Pak Wali Ayep Zaki, ini bukan drama elit. Ini urusan akar rumput. Kalau KNPI pecah, OKP lain ikut retak. Kalau pemuda bentrok, Sukabumi dicap gagal bina generasi.
MIO udah ngingetin. KNPI udah demo. Bola sekarang di kaki Walikota. Mau ditendang ke gawang solusi, atau dibiarkan jadi gol bunuh diri? Jangan sampai warga bilang: “Walikotanya hebat pencitraan, tapi nggak berani lerai pemuda.”
Itu blunder yang nggak bisa dihapus sampai 5 tahun ke depan. Redaksi terbuka untuk hak jawab Walikota Ayep Zaki, Disporapar, dan kedua kubu KNPI.
Timred











































