REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Kang Didin Muhidin alias (KDM), aktivis Sosial Sukabumi & pemerhati TKW/PMI Timur Tenga angkat bicara. Tiga skandal hukum di wilayah hukum Kota & Kabupaten Sukabumi mandek total. Pelaku bebas, korban nangis, APH yang digaji rakyat malah melempem, Minggu (19/4/2026).
KDM: “MALU! KALIAN DIGAJI PAJAK, SEPATU SERAGAM KALIAN DIBELI PAKAI UANG PERASAN KERINGAT RAKYAT!
TIGA BOROK HUKUM SUKABUMI YANG SENGAJA DIBUSUKAN:
1. BIBIR SUNGAI CIPELANG JEBOL 100 METER, DENI PENAMBANG ILEGAL SUDAH 2 TAHUN MASIH BEBAS BERKELIARAN
Lokasi: Kp. Kararange, Desa Gunung, Kec. Gunung Guruh, Kab. Sukabumi.
Pelaku: (Deni), oknum penambang pasir ilegal galian C.
Kerusakan: Bibir sungai Cipelang jebol 100 meter. Ancaman banjir & longsor buat warga.
Penanganan: Sudah 2 tahun, di tangan Unit Tipidter Polresta Sukabumi & UPTD PSDA WS CISARENO.
Hasilnya: (NOL). Deni bebas berkeliaran. Nggak dimintai tanggung jawab.
Yang bikin muak: UPTD malah mau perbaiki sungai pakai APBD Provinsi Jabar*. Uang rakyat buat nutup dosa penambang ilegal.
KDM: “Hukum macam apa ini? Yang ngerusak ngak, yang bayar rakyat. Tipidter & UPTD PSDA nggak bertaring atau emang ompong?”_
2. OKNUM HAKIM BLT ANIAYA PEREMPUAN, 9 BULAN BEBAS DI KANTOR:
Korban: (SB), perempuan.
Pelaku: (BLT, oknum hakim aktif).
Locus: Polsek Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.
Status: 9 bulan kasus mandek. BLT ngantor tiap hari, nggak disentuh.
Logika KDM: “Kalau SB yang mukul BLT, sejam juga ditangkap. Ini kebalik karena pelaku hakim. APH takut sama jubah?”.
KDM: “Polsek Gunung Puyuh, kalian nunggu SB mati dulu baru nangkap? 9 bulan gaji jalan, kerja nol.”
3. TPPO CIKEMBAR 8 BULAN MANGKRAK, PELAKU INISIAL “NA” MASIH NGEYEL.
Korban: (Sri), warga Kp. Jelegong, Desa Cibatu, Kec. Cikembar.
Pelaku: Oknum inisial NA.
Penanganan: Polres Sukabumi.
Status: 8 bulan belum ditangkap. Sri terlunta-lunta, NA bebas.
KDM: “TPPO itu perdagangan orang. Kejahatan kemanusiaan. 8 bulan nggak nangkap, Polres ngapain? Ngopi?”_
STATEMENT KDM: KANG DIDIN MUHIDIN, AKTIVIS SOSIAL & PEMER HATI TKW/PMI TIMUR TENGAH:
“Saya soroti dugaan buruknya kinerja penyelenggara negara di daerah. Tiga kasus ini bukti telanjang: hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah.
Mereka semua digaji negara. Dari pajak. Dari uang peras keringat rakyat. Harusnya malu ketika rakyat butuh bantuan sesuai tupoksi, tapi mereka diam.
Rakyat tahu. Jangankan soal gaji nya , itu sepatu & baju seragam dinas yang kalian pakai dibeli dari uang hasil perasaan keringat rakyat!.
Deni ngerusak sungai sudah 2 tahun masih bebas berkeliaran. Hakim BLT nganiaya 9 bulan nggak ditangkap. Pelaku TPPO NA 8 bulan masih ketawa.
Tiga kasus, tiga institusi: Polresta Sukabumi, Polsek Gunung Puyuh, Polres Sukabumi. Semuanya mandek.
Ini bukan gagal paham. Ini gagal moral. Gagal jadi abdi negara.”
PERTANYAAN KDM YANG BIKIN APH NGGAK BISA TIDUR:
1. Ke Tipidter Polresta & UPTD PSDA: Kenapa Deni nggak ditangkap? Kenapa APBD yang nanggung? Ada setoran? Ada beking? Jawab di depan rakyat.
2. Ke Kapolsek Gunung Puyuh: Syarat tahan BLT udah lebih dari cukup. Ada apa 9 bulan?
3. Ke Kapolres Sukabumi: TPPO ancamannya 15 tahun. 8 bulan nggak nangkap NA, alasannya apa? Sri bukan anak pejabat?
4. Ke Kapolda Jabar & Kapolri: Tiga kasus mandek di Sukabumi. Ini kelalaian atau kesengajaan? Propam turun atau nggak?
TUNTUTAN KDM: 3×24 JAM ATAU MUNDUR:
1. Tangkap Deni. Wajibkan dia perbaiki Cipelang pakai uang pribadi nya, Stop pakai APBD.
2. Jemput paksa BLT di kantor. Tahan. Proses. Pecat dari hakim. Jangan lindungi binatang pakai jubah.
3. Tangkap NA pelaku TPPO. Selamatkan korban lain. Bongkar jaringannya.
4. Propam Mabes periksa 3 institusi: Tipidter Polresta, Polsek Gunung Puyuh, Polres Sukabumi. Dugaan _obstruction of justice.
5. Audit UPTD PSDA WS CISARENO: Kenapa mau talangi pakai APBD? Siapa yang nyuruh?
PENUTUP KDM: KALAU TIDAK MAMPU, LEPAS SERAGAM:
“Saya ingatkan seluruh APH Sukabumi: Jabatan itu amanah. Gaji itu dari rakyat. Sepatu yang kalian pakai buat nendang pintu rumah warga, itu dibeli pake pajak warung, pajak motor, keringat kuli.
Kalau lihat Deni, BLT, NA bebas kalian diem aja, copot seragam kalian. Nggak pantes. Kasih ke orang yang mau kerja.
Tiga kasus ini utang kalian ke rakyat Sukabumi. Bayar. 3×24 jam. Kalau nggak, kita tagih ke Mabes, ke Presiden.
Rakyat udah muak. Jangan bikin rakyat main hakim sendiri karena hukum negara kalian bekukan.”
Hingga berita ini naik, Deni, BLT, & NA masih bebas berkeliaran. Redaksi terbuka 24 jam untuk hak jawab Tipidter Polresta Sukabumi, UPTD PSDA WS CISARENO, Polsek Gunung Puyuh, Polres Sukabumi
Tim











































