REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Ketua BUMDes Ubrug, Angga Kurniawan, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik terhadap pengelolaan anggaran di desanya. Ia secara terbuka membeberkan rincian penggunaan dana sekaligus menepis isu minimnya transparansi yang sempat berkembang di masyarakat.
“Kalau soal isu minimnya informasi, saya selaku Ketua BUMDes menegaskan bahwa itu tidak benar,” tegas Angga, saat ditemui di kantor Desa Ubrug, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, seluruh program dan penggunaan anggaran telah dijalankan secara terbuka dan sesuai prosedur. Bahkan, ia menyebut masyarakat memiliki akses untuk mengetahui setiap kegiatan yang dijalankan BUMDes.
Angga juga mengungkapkan bahwa BUMDes Ubrug resmi diluncurkan pada 27 Januari 2026. Momen tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda dimulainya penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Launching itu turut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Muspika Warungkiara, DPMD, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, pendamping desa, tokoh masyarakat, RT/RW, hingga warga Desa Ubrug.
Dalam pemaparannya, Angga merinci sejumlah program yang telah dijalankan. Salah satunya adalah pengadaan wahana permainan anak berupa trampolin dengan nilai anggaran mencapai Rp71.536.000.
Program ini dikelola oleh BUMDes lokal dan bersumber dari anggaran Silpa tahun 2019 yang baru direalisasikan pada 2025.
Selain itu, BUMDes Ubrug juga mengembangkan sektor ketahanan pangan melalui program penggemukan domba. Kegiatan ini menelan anggaran sebesar Rp238.184.000 yang berasal dari Dana Desa tahun 2025, dengan total pengadaan sebanyak 40 ekor domba.
Menurut Angga, program-program tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pemberdayaan.
“Kami ingin BUMDes ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Menariknya, program peternakan tersebut tidak berjalan tanpa pengawasan. Angga memastikan, sejak awal hingga saat ini, kondisi domba terus dimonitor langsung oleh Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.
“Dari awal sampai sekarang, domba selalu dipantau oleh Dinas Peternakan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pengawasan juga datang dari DPMD yang turut melakukan pemantauan langsung terhadap jalannya program BUMDes.
Dengan adanya pendampingan dan pengawasan dari instansi terkait, Angga optimistis program yang dijalankan tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pewarta : Jul
Editor : Admin











































