Oleh : Ust. Abdullathief Ab
Pengasuh Pondok Baitul Hamdi
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً ۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُ
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
REAKSINEWS.COM || Marilah kita bersyukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan berjuta kenikmatan kepada kita sekalian, sehingga masih bisa melaksanakan Shalat Jumat di masjid yang mulia ini.
Shalawat serta salam, semoga tetap tercurahlimpah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Yang telah membimbing kita menuju dunia yang terang dan jelas, yaitu Addinul Islam. Semoga kita selalu mencintainya dan bersalawat kepadanya sehingga diakui sebagai umatnya yang mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti, amin.
Marilah kita selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan terus berusaha menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita sehingga kita selalu dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Amin.
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Setelah melewat pelatihan mental spiritual sebulan penuh di bulan Ramadhan, kemudian mengahadapi 11 bulan kedepan, para hamba muslim yang diundang dalam pelatihan tersebut, mereka adalah para alumni Ramadan.
Bila kita perhatikan pasca Ramadan, setidaknya ada tiga kelompok alumni Ramadhan, yaitu kelompok Rabbani, Ramdani dan Hajarani.
Pertama, kelompok Rabbani. Yaitu hamba yang beribadah bukan sesaat tapi sepanjang hayat. Bagi kelompok ini shalat, puasa, membaca al Qur’an, berbagi dan peduli sesama sudah menjadi kebiasaan, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadhan. Hanya saja di bulan Ramadhan secara kuantitas lebih meningkat. Demikian pula dalam meninggalkan kebiasaan buruk, dosa dan maksiat. Tidak hanya berhenti atau meninggalkanya hanya di bulan Ramadan. Namun di luar Ramadan pun tetap Istiqomah menjauhi segala perbuatan dosa.
Hamba Rabbani melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan bukan hanya di bulan Ramadhan, namun dalam sepanjang kehidupannya. Karena Allah memerintahkan untuk menghamba kepada-Nya selama hayat dikandung badan hingga ajal menjemputnya.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Rabb-mu hingga datang kepadamu kematian.” (al-Hijr: 99).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102).
Kedua, kelompok Ramdani. Sebagian orang ada yang di bulan Ramadan menjadi dekat dengan sejadah, aktif shalat berjamaah, rajin baca Qur’an dan dengar ceramah, gemar infak dan sadaqah. Alhamdulillah, semoga berlanjut dan istioqomah. Namun jika itu hanya di bulan Ramadhan saja, tidak menjadi kebiasaan di bulan-bulan selanjutnya, berarti baru menjadi hamba Ramdani, yaitu hamba yang beribadah hanya di bulan Ramadhan.
Ulama salaf pernah ditanya tentang orang-orang yang keadaannya demikian, mereka menjawab;
بِئْسَ القَوْمُ لَا يَعْرِفُوْنَ اللهَ إِلَّا فِي رَمَضَانَ
“Mereka adalah orang-orang yang sangat buruk, (karena) mereka tidak mengenal hak Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan.”
Ibnu Taimiyah mengingatkan, “Siapa saja yang bertekad meninggalkan maksiat pada bulan Ramadhan saja, tanpa memiliki tekad yang sama pada bulan lainnya, ia bukan seorang yang benar-benar bertobat.
Karena itu nasihat ulama patut direnungkan.
كُنْ رَبَّانِيًّا وَلاَ تَكُنْ رَمْضَانِيًّا
” Kun Rabbaniyyan wala takun Ramdlaniyyan” Jadilah hamba Rabbani, yaitu hamba yang beribadah sepanjang masa.
Jangan menjadi hamba Ramdani, yaitu hamba yang beribadah hanya di bulan Ramadan saja
Ketiga, kelompok hajarani. Pada bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan stimulus luar biasa agar sertiap hamba kembali kepada- Nya. Allah buka semua pintu maghfirah (ampunan), rahmat dan berkah-Nya,. Pahalapun dilipatgandakan. Rupanya ada orang yang sama sekali tidak tertarik dan terbetik hatinya untuk mendekat dan taubat. kelompok ini tidak ada bedanya antara Ramadan dan diluar Ramadan. Tidak ada perubahan, tidak taat dan tetap maksiat. Inilah kelompok Hajarani, hatinya membatu, seperti digambarkan oleh al Qur’an;
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً ۗ
“Setelah itu, hatimu menjadi keras sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. (Surah Al Baqarah Ayat 74)
Dalam sebuah riwayat Al Bukhari, Nabi mengaminkan do’a dari Malaikat Jibri AS,
شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ، فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
Celaka orang yang menjumpai Ramadan dan melewatinya tapi dosa-dosanya tidak diampuni.
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,i
Demikian khutbah ini disampaikan, semoga kita termasuk hamba Rabbani yang beribadah kepada Allah tak kenal waktu, tak kenal lelah, sepanjang hayat hingga ajal menjemput.
Kita do’aakan pula kaum muslim di berbagi tempat yang mengalami kezaliam. Khususnya di Gaza dan di Iran. Moga Allah memberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan hingga mendapat kemenangan dan dapat mengalahkan para penjajah durjana Israel dan Amerika. Amin Ya Khairal Fatihin..
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِ يْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْ٩مِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ












































