Khutbah ‘Iedil Futri 1447/2026
Oleh. (Ust. Lathief Abdallah)
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْراً، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ، لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ.
الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ االدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan ragam kenikmatan kepada kita, khususnya kenikmatan ibadah pada bulan Ramadan 1447 H yang penuh keistimewaan.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahlimpah keharibaan Nabi kita Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir nanti
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Jama’ah shalat ‘iedul fitri rahimakumllah
Pagi hari ini kita bersama-sama telah diberikan kenikmatan merayakan ‘iedulfitri oleh Allah SWT dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tasbih yang penuh semangat dan kebahagiaan, setelah melampaui perjuangan puasa selama 1 bulan penuh di bulan Ramadan.
Semoga segala keistimewaan; rahmat, maghfirah dan keberkahan dari Allah SWT di bulan Ramadan, kita dapat meraihnya dengan baik.
Sejak hari pertama Ramadhan, kita menahan lapar, haus dan segala hawa nafsu, melatih kesabaran demi meraih insan yang bertakwa, yakni kualitas kemanusiaan yang tertinggi di hadapan Allah SWT.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Pada kesempatan ini Izinkahlah khatib menyampaikan tema khutbah :
“PESAN PESAN RAMADAN
Jama’ah shalat ‘iedul fitri rahimakumllah
Selama satu bulan Ramadan penuh kaum muslimin melaksanakan ibadah puasa dan segenap ibadah lainnya.
Hari ini Ramadan yang agung ini telah berpamitan untuk pergi. Namun ada pesan-pesan spiritual Ramadan yang mesti kita perhatikan:
Pertama, Ramadan berpesan agar kita semakin dekat dengan al Qur’an:
Di bulan Ramadan al Quran menjadi akrab dan ramai dibaca. Karena pada bulan Ramadan al Qur’an diturunkan sebagi petunjuk, aturan hidup dan pembeda antara haq dan bathil. Allah SWT berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda” (QS al-Baqarah (2): 185).
Hendaknya alQur’an dijadikan sebagai bacaan harian, memahami kandungannya melalui majlis majlis pengajian. Kemudian jadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Firman Allah SWT,
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰ نَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا
“Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,”(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 9)
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Jama’ah shalat ‘iedul fitri rahimakumllah
Kedua. Ramadan berpesan agar kita selalu taat pada syari’at.
Satu bulan penuh kita diperintahkan berpuasa. Puasa artinya imsak, menahan diri dari nafsu fisik maupun psikis, jasad maupun bathin yang dapat membatalkan hukum puasa maupun membatalkan pahalanya.
Puasa merupakan perintah Allah SWT, kaum muslim rela menahan lapar dan haus juga mengendalikan sahwat sejak fajar shubuh hingga magrib. Hampir 13 jam berhenti makan dan minum. Bangun serempak di waktu sahur, buka kompak diwaktu magrib. Letih, lapar haus dijalani dengan sabar, semua dilaksanakanya dengan penuh ihlas, karena sadar semua itu aturan syariat dari Allah SWT.
karena itulah puasa bertujuan untuk menjadi hamba-hamba yang bertakwa yakni taat tunduk pada syariat dengan melaksankan setiap apa yang diperintahkan Allah SWT walau dirasa pahit dan melelahkan, dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya walau terlihat manis dan menyenangkan.
ياالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al- Baqarah 2:183)
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Jama’ah shalat ‘iedul fitri rahimakumllah..
Ketiga. Ramadan berpesan agar kaum muslimin berasatu.
Kaum muslim secara mendasar adalah umatan wahaidah, umat yang satu. Allah SWT, Tuhan yang disembah adalah satu, rasul yang ditaatinya satu, kitab sucinya satu, kiblatnya juga satu. Maka sipat dasar kaum muslimin semestinya cinta persatuan dan jauh dari perpecahan dan permusuhan. Sebagaimana dalam pesan Allah SWT,
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
“Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai”. (QS. Ali Imran 3: 103)
Akibat umat Islam tidak bersatu, Zionis Israel leluasa merampas, menghancurkan dan membantai Gaza sejak 1948 hingga Hari ini. Gaza tidak bisa dibebaskan oleh 1.8 miliar umat Islam.
Bulan Ramadan ini kita dikejutkan oleh penyerangan terhadap negeri kaum muslimin, Iran, yang dilakukan oleh dua negara penjajah dan penjahat internasional, Amerika dan Israel.
Alhamdulillah atas izin Allah, dunia Terbelalak, kaget dan kagum. Negara Iran yang diembargo selama 47 tahun itu mampu meluluhlantahkan Israel dan kekuatan militer Amerika.
Jika hanya Iran sedirian saja mampu melawan kesombongan dua Fira’un yang bersekutu ini. Apalagi jika semua negeri Islam bersatu melawannya..
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Berharap kabar dari Al Qur’an surat al Isra ayat 4 – 7 bahwa di penghujung sejarah, Israel yang berada dalam puncak kesombongannya dan kejahatannya akan ditaklukan dan dihancurkan oleh kekuatan besar.
فَاِ ذَا جَآءَ وَعْدُ الْاٰ خِرَةِ لِيَسٗٓئُوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
” Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidilaqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 7)
Kehancuran Israel moga terwujud dalam perang ini oleh kekuatan muslim Iran yang gagah perkasa. Amin Yrb.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Jama’ah shalat ‘iedul fitri rahimakumllah
Demikian khutbah singkat ini kami sampaikan. Dengan semangat ‘idul fitri, mari kita tetap teguhkan bahwa kita akan taat pada syariat sebagaimana taat di bulan Ramadhan. Semoga 11 bulan ke depan kita selalu dekat dengan al Qur’an, beramal sesuai syari’at islam. Semoga kaum muslimin di mana pun khusus di Iran dan Gaza yang tengah dalam Peperangan melawan bangsa paling dzalim dan jahat di dunia, Allah memberi mereka kekuatan, kesabaran dan kemenangan. Amin Yrb.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأًصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ, وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ اْلحَاجَاتِ. رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّالْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين اللَّهُمَّ انْصُرْإِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين المُجَاهِدِينَ فِي اِيْرَان وَ فِلِسْطِين
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَأَ نْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُودا إِسْرَآئِليّين وَاَمْرِكِييّن وَشَتِّتْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ
اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ على أَعْدَائِنَا
وَأَ عْدَاءَ الدِّين بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ
اللهم اجْعَلْناَ مِنَ العاَئِدِيْنَ وَالفَآئِزِيْنَ وَأَدْخِلْناَ فِيْ زُمْرَةِ عِباَدِهِ المُتَّقِيْنَ
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحيْن
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
.
*Pengasuh Pondok Baitul Hamdi












































