REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Gelombang protes soal dugaan buruknya program makan bergizi gratis (MBG ) di Kota Sukabumi kembali bergulir kencang jadi perbincangan publik.
Info terkini muncul aduan protes dari para orang tua siswa tentang dugaan buruknya kualitas tata kelola MBG mulai dari soal nilai kualitas menu, porsi dan harga disebut nya masih jauh dari harapan dan anggaran yang sudah ditetapkan oleh pihak pemerintah. Untuk MBG porsi kecil Rp.8000,- dan porsi besar Rp.10.000,- per siswa/penerima manfaat lainnya. Namun fakta sementara yang diterima anak kami nilainya mayoritas kurang dari itu.
Perhari ini Dapur MBG yang mendapatkan sorotan tajam dari berbagai sumber adalah SPPG Nangeleng Citamiang 001 yang beralamat di Jl. Cijangkar TPU Kebon Jengkol RT 03/10 Kel. Nangeleng Kota Sukabumi.
Pasalnya selain di komplain soal pengiriman nya per 3 hari sekali, ortusis pun mempersoalkan nilai kualitas menu, porsi dan harga paketan MBG yang diberikan kepada anaknya di Sekolah SDN Cijangkar 2 tersebut tak sesuai ekspektasi.
Sperti contoh, ada telur asin/rebus yang mendekati busuk, roti berjamur, buah naga kecil keras dan seterusnya.”hal itu dikatakan
ortusis Kepada awak media yang tak mau diungkap jati dirinya. Rabu (11/03/2026).
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut awak media coba konfirmasi langsung ke pihak sekolah SDN Cijangkar 2, Rabu (11/03/2026). Dalam keterangan nya pihak Sekolah/PIC Nanan Surahman, S. Pd. I, tak menyangkal tentang banyaknya keluhan dari orang tua siswa soal kualitas menu, porsi dan harga Paketan MBG tersebut disinyalir tak sesuai dengan nilai yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.”jelasnya
Bahkan dari pihak Sekolah pun sudah melaporkan kembali soal keluhan dari para orang tua siswa ke pihak dapur SPPG Nangeleng Kebon Jengkol. Namun begitulah keadaan nya tanggapan dari pihak dapur. Memang ada perbaikan cuma beberapa putaran saja. Tapi setelah itu diduga kembali lagi ke porsi semula kurang maksimal paketan MBG nya.”kata Nanan sambil menutup perbincangan dengan awak Media.
Lepas dari SDN Cijangkar 2, awak media bertolak langsung ke Dapur MBG Kebon Jengkol. dilokasi tak terlihat ada kegiatan apapun, hanya ada 3 orang yang sedang ngobrol. Belum sempat bertegur sapa yang 2 orang berseragam Dinas langsung beranjak pergi meninggalkan area dapur MBG.
Untuk menghabiskan rasa penasaran, sebelum pulang awak media coba bincang – bincang dengan Scurity kira – kira kegiatan dapur ini seperti apa? Pasalnya banyak isu miring atas dugaan buruknya tata kelola Dapur MBG tersebut ke meja Redaksi yang harus dikonfirmasi kepada pihak pengelola. Scurity menerangkan bahwa siang ini tak ada siapa – siapa, paling nati sore termasuk KSPPG dan bagian Ahli Gizinya baru pada datang bekerja guna mempersiapkan pasokan per 3 hari kedepan. Jadi dalam seminggu hanya 2 kali kerja.”katanya
Saat ditanya siapa pemilik Yayasan nya? Dia jawab bahwa barusan itu yang pergi saat bapak datang adalah pemilik Yayasan namanya ibu Endah Kadis Kominfo Kota Sukabumi.
Menyoroti banyak nya aduan soal buruknya kualitas tata kelola pasokan MBG di Kota Sukabumi. KDM : Kang Didin Muhidin, aktivis sosial sekaligus pemerhati MBG angkat bicara, dia berpendapat bahwa Jika terbukti para oknum pengelola MBG tersebut disinyalir tak mentaati aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah/BGN, Maka dapur MBG tersebut di suspend/tutup saja secara permanen.
Menurut sumber yang kami dapat bahwa gaya tata kelola pihak dapur SPPG Nangeleng Citamiang 001 tersebut disinyalir seperti Premanisme, seenak nya saja.
Contoh itu soal pasokan MBG yang semestinya setiap hari di berikan, ini malah per 3 hari. Kan kacau! Kata KDM. Kecuali hari Jumat ke Sabtu itu baru boleh. Selain itu pihak dapur harus menyertakan keterangan di paketan MBG, tentang nilai gizi dan harga nya ?
Jika tak ada keterangan soal nilai gizi dan berapa harga satuan nya? kata KDM, patut diduga di dapur MBG tersebut disinyalir sedang terjadi adanya praktik korupsi!.
Red











































