REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Bencana pergerakan tanah kembali menjadi perhatian serius aparat dan pemerintah setempat.
Danpos Bantargadung Koramil 2203/Warungkiara, Peltu Andi, turun langsung meninjau lokasi terdampak pergerakan tanah di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Senin (2/3/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini warga serta memantau dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat pergerakan tanah yang terjadi setelah intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Di lokasi, Peltu Andi menyusuri sejumlah titik retakan tanah yang berada di sekitar permukiman warga.
Beberapa rumah tampak mengalami kerusakan pada bagian dinding dan lantai akibat pergeseran tanah.
Ia juga berdialog langsung dengan warga terdampak guna mendengar kondisi serta kebutuhan mendesak yang diperlukan.
“Kami hadir untuk memastikan situasi aman dan terkendali. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” ujar Peltu Andi di sela-sela kegiatan peninjauan, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, koordinasi terus dilakukan bersama aparat desa, unsur kecamatan, serta pihak terkait guna meminimalisir risiko yang lebih besar.
Warga yang rumahnya dinilai rawan diminta untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan.
Selain melakukan pemantauan, pihak Koramil 2203/Warungkiara juga siap membantu proses evakuasi apabila kondisi tanah semakin memburuk. Aparat TNI bersama relawan dan masyarakat setempat bahu-membahu melakukan langkah antisipatif, termasuk memantau perkembangan retakan tanah yang dikhawatirkan meluas.
Pergerakan tanah di wilayah Bantargadung memang kerap terjadi saat musim penghujan, terutama di daerah dengan kontur tanah labil dan kemiringan cukup curam. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan semua pihak menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana susulan.
Hingga saat ini, situasi di Desa Bantargadung terpantau relatif kondusif, meski warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pergerakan tanah lanjutan.











































