REAKSINEWS.COM || SUKANUMI – Beragam aduan dan keluhan di mana – mana tentang isu negatif soal realisasi program raksasa yang menjadi prioritas Presiden RI ( Prabowo Subianto ) yang bernama makan bergizi gratis ( MBG ) terus bergulir kencang keruang publik. Mulai tentang Siswa yang jadi korban keracunan, soal kualitas menu, porsi, dugaan praktik korupsi dan seterusnya.
Informasi isu tentang dugaan buruknya program MBG pun muncul di kota Sukabumi yang dilakukan oleh para oknum pengelola dapur MBG seperti salah satu nya yang dikelola oleh SPPG Sundara 2 Perum Prana Cikole tersebut kian memanas jadi sorotan banyak pihak.
Pasalnya kualitas menu dan porsi MBG yang di berikan kepada siswa di SDN Kebon Jati Cikole kota Sukabumi disinyalir tak layak dan tak sesuai dengan anggaran yang sudah disediakan oleh pemerintah. Hal itu dikatakan narasumber yang tidak bersedia dituliskan jati dirinya kepada awak Media pada hari Jumat ( 27/02/2026 ).
Lebih lanjut dia membeberkan bahwa porsi MBG yang diberikan kepada anak saya itu hanya 1 butir telur asin Rp. 3,500, 1 bungkus plastik bolu kecil Rp. 1000 dan 3 butir buah kurma Rp.1500 total = Rp 6.000
Sementara anggaran dari pemerintah untuk MBG itu perporsi 15 ribu. Jadi sisanya buat apa saja dan dikemanakan? Jangan – jangan dijadikan ajang Bancakan alias di korupsi oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Apalagi pada hari Senin (23/02/2026), tak ada kiriman paket MBG ke SDN Kebon Jati sementara di sekolah lainnya ada. Hal itu jelas patut dipertanyakan,” ujar narasumber.
Narasumber berharap aparat penegak hukum dan pihak berwenang kroscek kelapangan dan jika terbukti ada pelanggaran, mohon ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku dan ditutup dapurnya.
Catatan Redaksi :
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyedia makanan, maupun instansi terkait mengenai komposisi menu, porsi, standar gizi yang diterapkan dan soal anggaran.
Reaksinews.com, membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak sekolah, penyedia program, maupun instansi terkait yang merasa dirugikan atau memiliki penjelasan atas pemberitaan ini, guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
Sumber berita
Paul : Pimum Reaksinews.com











































