Oleh : Lathief Abdallah.
(Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)
REAKSINEWS.COM || Kita berada di bulan Sya’ban, insya Allah akan memasuki bulan agung dan mulia, Ramdlan 1447 H. Karena itu kita tetap berdoa’
اَلَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا في شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah berkati kami dan di bulan Sya’ban. Sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”. (Imam Ahmad)
Mengenai Bulan Sya’ban, Rasulullah SAW bersabda,
رَجَبُ شَهْرُ اللَّهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِى وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِى
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadha adalah bulan umatku”. (Imam As Suyuti).
Syekh Abu Bakr Al Balkhi berkata,
شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ
“Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil tanaman.”
Keuatamana Bulan Sya’ban, khususnya pada malam pertengahannya (nisfu Sya’ban), antara lain dibukanya pintu maghfirah
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” ( HR.Al-Mundziri)
Diantara amalan utama Bulan Sya’ban dianjurkan memperbanyak puasa sunah karena Rasulullah paling banyak berpuasa sunah di Bulan tersebut. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan lain bulan Syaban yaitu diangkatanya amal tahunan sehingga Rasulullah SAW berharap saat diangkat amal beliau sedang berpuasa.
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban –bulan antara Rajab dan Ramadhan- adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An-Nasa’i )
Perlu diketahi bahwa setiap pekan di hari kamis dan senin amal itupun diangkat, oleh karenanya dianjurkan berpuasa di dua hari tersebut.
تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا – أَوِ ارْكُوا – هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا
“Amalan manusia dihadapkan pada setiap pekannya dua kali yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Setiap hamba yang beriman akan diampuni kecuali hamba yang punya permusuhan dengan sesama. Lalu dikatakan, ‘Tinggalkan mereka sampai keduanya berdamai’.” (HR. Muslim)
Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadlan. Bulan yang agung nan mulia. Bulan diliputi rahmat, turunnya maghfirah. Bulan penuh berkah dan bulan dilipatgandakan pahala ibadah. Bulan lailatul qadar, di mana AlQur’an diturunkan. Bulan di mana puasa diwajibkan, shalat sunah tarawih diberjamaahkan, zakat fitrah ditunaikan.
Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰ نُ هُدًى لِّلنَّا سِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَـصُمْهُ ۗ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)
Maka selayaknya kaum muslimin bersukacita menyambutnya penuh harap agar bisa mengisinya dengan berbagai amal ibadah.
Untuk menyambut Ramadlan perlu mempersiapkan diri antara lain: pertama, bila ada utang puasa tahun lalu hendaklah diqodla terlebih dahulu sebelum datangnya Ramadlan berikutnya.
Kedua, hendaklah memahami fikh puasa. Bagaimana agar ibadah puasa itu diterima, apa saja syarat dan rukun puasa, apa saja yang membatalkan puasa, apa saja sunah-sunah puasa.
Ketiga, jika ada bekal untuk selama Ramdlan hendaklah meninggalkan urusan dunia. Supaya pokus ibadah siang dan malam.
Keempat, hendaklah meniatkan diri untuk meningkatkan amal kebaikan. Baik shalat, tilawah, sadaqah dsb, sebagai tambalan atas kekurangan amal selama 11 bulan.
Semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan, dipanjangkan umur diberkahi dan disampaikan ke Bulan Ramdlan dengan berbagai amal kebaikan. Amin Ya Rabbal alamin.











































