REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Pemerintah provinsi jabar tengah melakukan perbaikan jalan kabupaten dan kota ,seperti halanya pembanguna infrastruktur yang tengah di laksanakan di wilayah selatan sukabumi melalui Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.
Hampir 200 miliar pemerintah Provinsi menggelontorkan anggaran untuk membangun dan perbaikan ruas jalan provinsi yang tersebar di beberapa titik seperti ruas jalan Sagaraten-Tegal Buled , Jampang Tengah – Kiara Dua,dan Sp Karang Hau-Cikelat-Cikotok Bayah.
Ketua lSM KPK menyoroti beberapa ruas jalan yang di duga kualitasnya tidak memenuhi SOP standar pelaksanaan yang sudah di tentukan oleh Kementrian PUPR , hal ini tentu akan berpotensi menjadikan ladang korupsi bagi oknum kontraktor, pengusaha.
“Sehingga akan menimbulkan kerugian uang negara,pengalokasian anggaran itu kan tujuanya untuk meningkatkan infrastuktur jalan di jawa barat khusnya di sukabumi menjadi bagus (jalan lecir) harapan itu tidak akan terwujud kalau pihak UPTD Wilayah II diduga tidak terjun dan mengawasi langsung pembangunan tersebut,”cetusnya.
“Ia juga menambahkan ekatalog dengan sistem administrasi yang memang sudah di atur, tapi pelaksanaan di lapangan tidak sesuai baik dari tenaga ahli,bahan baku material, dan kelengkapan K3 yang tidak di terapkan menjadi mall adminitrasi dan tentu menyalahi aturan perundang undangan tentang pengadaan barang dan jasa, pekerjaan pembangunan yang jauh dari kualitas dan kuantitas dan itu akan mengakibatkan pembangunan menjadi jelek tidak sesuai dengan standarisasi di duga tidak akan bertahan satu tahun,padahal sudah di tetapkan standarlisasi umur kontruksi minimal 5 tahun itu menjadi acuan kontraktor harus diperhatikan.
“Lebih lanjut Ketua KPK meminta Pak Gubernur menindakan tegas dan mencopot oknum Kepala UPTD II will sukabumi demi menjaga intergritas yang selama ini terus bekerja untuk membangun jawa barat dengan tujuan
memperbaiki ekonomi dan kehidupan sosial agar masyarakat berkembang, tumbuh perekonomian dan sejahtra dengan pembangunan infrastuktur jalan menjadi prioritas utamanya”tutup E Suhendi.
Reporter: Rab Ripaldo
Editor : Redaksi












































