REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI dan Polri bersama masyarakat dalam kegiatan pembersihan bekas dampak banjir lumpur di SMP Negeri 2 Warungkiara, Desa Hegarmana, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini melibatkan personel gabungan Bhabinkamtibmas dari beberapa desa, Babinsa Desa Hegarmana, pihak sekolah, pemerintah desa, serta sekitar 20 warga setempat. Mereka bahu-membahu membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa air banjir hingga masuk ke ruang kelas dan area sekolah.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Bhabinkamtibmas Desa Hegarmana, Sukaharja, Mekarjaya, Bojongkerta, Babinsa Desa Hegarmana, Kepala Desa Hegarmana, staf desa, serta staf dan guru SMPN 2 Warungkiara.
Gotong Royong Pulihkan Aktivitas Sekolah
Kegiatan dimulai dengan pembersihan saluran air dan selokan, pengangkatan lumpur di tiap ruang kelas, serta pembersihan gorong-gorong dan saluran menuju Sungai Cimandiri. Tidak hanya itu, para petugas juga membersihkan dinding sekolah yang tertutup lumpur, halaman depan, serta lapangan upacara agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan dengan normal.
Danramil 2203/Warungkiara Kapten Inf Agus Rahman mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi antara aparat dan masyarakat untuk menanggulangi dampak bencana banjir.
“Kami bersama jajaran Polsek dan masyarakat turun langsung membantu membersihkan sekolah agar aktivitas belajar bisa segera pulih. Ini adalah wujud nyata sinergi TNI-Polri dalam membantu masyarakat pasca bencana,” ujar Kapten Agus Rahman.
Sementara itu, Kapolsek Warungkiara AKP H.R. Retno Panji Setiaji menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mengedukasi warga agar lebih peduli terhadap lingkungan dan kebersihan saluran air.
“Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi dan aliran air yang tersumbat lumpur. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke selokan atau sungai, serta rutin membersihkan drainase di sekitar rumah dan sekolah,” jelas AKP Retno.
Upaya Pencegahan Banjir di Masa Mendatang
Dalam kesempatan itu, aparat juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan banjir, seperti:
Menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air agar tidak tersumbat.
Menanam pohon untuk memperkuat daya serap tanah.
Membangun sumur resapan atau biopori di sekitar rumah dan fasilitas umum.
Menghindari pembangunan di bantaran sungai.
Melaporkan titik genangan atau saluran tersumbat kepada pihak berwenang.
Banjir yang terjadi di wilayah Warungkiara sendiri disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan air meluap dan membawa material lumpur hingga memasuki ruang kelas SMPN 2 Warungkiara. Meskipun demikian, berkat respon cepat aparat dan masyarakat, situasi berhasil dikendalikan dan kegiatan pembersihan selesai pada pukul 16.00 WIB dengan kondisi aman, tertib, dan kondusif.
Dengan semangat gotong royong dan sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat, diharapkan lingkungan pendidikan di Kecamatan Warungkiara dapat segera kembali bersih, nyaman, dan siap digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
Reporter : Jul
Editor : Admin












































