Oleh: Ust. Lathief Abdallah.
(Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)
REAKSINEWS.COM || Dukacita untuk para santri korban tewas akibat runtuhnya bangunan mushala tiga lantai di area Pondok Pesantren Al-Khoziny yang berlokasi di Buduran, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Runtuh ketika para santri sedang melakukan salat Asar berjamaah. Lebih dari satu minggu tim SAR melakukan penyelamatan dan pencarian korban. Per 7 Oktober 2025 pencarian korban ditutup. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melaporkan 69 korban tewas, 103 korban cedera. Di ketahui Musala tiga lantai tersebut sedang dalam proses pengecoran.
Dukacita juga bagi orangtua santri yang telah kehilangan anak- anak mereka yang sengaja mereka titipkan ke pesantren untuk menjadi anak anak yang alim dan salih. Juga bagi para pengasuh dan pengurus pesantren telah kehilangan banyak para santrinya yang tentu mendapat beban berat secara moral maupun material.
Musibah yang terjadi moga menjadi penguat atas kesabaran dan muhasabah. Semua dikembalikan kepada Allah SWT.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah : 155-157).
Untuk para santri yang wafat insya Allah mereka mendapat pahala syahid yang berlipat berdasar keterangan hadist berikut:
Pertama. Syahid karena para santri wafat saat mereka jauh dari keluarga
ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻣﻮﺕ ﻏﺮﺑﺔ ﺷﻬﺎﺩﺓ»
Dari Abu Ibnu Abbas Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Wafat saat jauh dari keluarga adalah syahid” (HR Ibnu Majah)
Dua. Syahid karena para santri wafat sedang mencari ilmu
ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻣﻦ ﺧﺮﺝ ﻓﻲ ﻃﻠﺐ اﻟﻌﻠﻢ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺮﺟﻊ»
Dari Anas bin Malik Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah hingga kembali” (HR Tirmidzi)
Ketiga. Syahid karena para santri tewas tertimpa bangunan
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ: ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ” اﻟﺸﻬﺪاء ﺧﻤﺴﺔ: اﻟﻤﻄﻌﻮﻥ، ﻭاﻟﻤﺒﻄﻮﻥ، ﻭاﻟﻐﺮﻕ، ﻭﺻﺎﺣﺐ اﻟﻬﺪﻡ، ﻭاﻟﺸﻬﻴﺪ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ ”
Dari Abu Hurairh Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Para syuhada ada 5 yaitu orang yang terkena wabah, sakit perut, tenggelam, kejatuhan benda berat dan syahid yang gugur di jalan Allah” (HR Bukhari)
Kempat. Para santri wafat saat mereka melaksanakan shalat ashar berjamaah.
ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺇﺫا ﺃﺭاﺩ اﻟﻠﻪ ﺑﻌﺒﺪ ﺧﻴﺮا اﺳﺘﻌﻤﻠﻪ» ﻓﻘﻴﻞ: ﻛﻴﻒ ﻳﺴﺘﻌﻤﻠﻪ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ؟ ﻗﺎﻝ: «ﻳﻮﻓﻘﻪ ﻟﻌﻤﻞ ﺻﺎﻟﺢ ﻗﺒﻞ اﻟﻤﻮﺕ»
Dari Abu Anas Ra, Rasulullah SAW bersabda,”Jika Allah menghendaki kebaikan terhadap seseorang maka Allah akan menuntunnya pada sebuah amal” para sahabat bertanya bagaimana itu wahai Rasul? Nabi bersabda “Allah akan memberi pertolongan baginya untuk melakukan satu amal saleh sebelum wafatnya” (HR Tirmidzi)
Takziya untuk semua, _Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahumma jur fi mushibatihim wakhlughum khairan minha_. Semoga atas musibah tersebut Allah berikan pahala besar kepada mereka dan Allah ganti segala yang hilang dari mereka dengan sesuatu yang lebih baik. Para santri yang wafat moga semua menjadi ahli surga dan memberi syafaat bagi orangtuanya. Mereka yang cedra semoga segera sehat wal afiat. Amin.











































