REAKSINEWS.COM || Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi melakukan hearing bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispirapar), Ketua Perwatusi (Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia), dan Ketua komunitas Osteo Run terkait insiden yang terjadi saat event OsteoRun Kota Sukabumi 2025.
Sebuah lomba lari yang digelar dalam rangka Hari Osteoporosis Nasional 2025.Dalam hearing tersebut, Perwatusi menyampaikan permohonan maaf atas kekacauan yang terjadi dalam pelaksanaan event tersebut.
Ketua Perwatusi, Sofyan Tarmizi, menjelaskan bahwa Perwatusi sebenarnya tidak terlibat langsung dalam kepanitiaan, perencanaan, maupun pelaksanaan OsteoRun karena kegiatan tersebut merupakan acara internal.
Perwatusi yang biasanya berupa gebyar senam osteoporosis, sementara pelaksanaan OsteoRun lebih dikomandoi oleh komunitas lari.
Ketua pelaksana OsteoRun, Raihan Zulfikar Hari, juga mengaku bertanggung jawab atas kekacauan tersebut dan meminta maaf kepada warga dan Pemkot, termasuk Dispirapar.Hearing ini sekaligus membahas permasalahan koordinasi di antara panitia yang menyebabkan mundurnya komunitas Kadang Lari sebagai pendukung utama sehingga menimbulkan kekacauan dalam event.
Komisi III DPRD menindaklanjuti insiden ini terkait pengawasan pelaksanaan event yang melibatkan OPD terkait dan organisasi masyarakat yang didukung Pemkot Sukabumi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Jadi, hearing ini adalah bagian dari fungsi pengawasan Komisi III DPRD Kota Sukabumi terhadap pelaksanaan program dan event di bidang olahraga dan pariwisata, yang melibatkan Dispirapar dan organisasi masyarakat seperti Perwatusi dan komunitas pelari Osteo Run,” pungkasnya.
Tim












































