REAKSINEWS.COM || Sukabumi tengah bersiap menyambut momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) HMI Sukabumi yang akan digelar dalam waktu dekat, para kader terbaik dari berbagai komisariat mempersiapkan diri untuk mengusung gagasan baru yang segar dan visioner.
Salah satunya datang dari *Muh. Hernadi Mulyana, A.Md, Kom, S.H* kader HMI Komisariat STH Pasundan Sukabumi, yang hadir membawa semangat dan ide besar bertajuk “HMI Utilitarian: HMI Bermanfaat untuk Sukabumi.” Yang di tuangkan dalam visi yaitu “Mewujudkan HMI sebagai organisasi kader yang bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sukabumi melalui gerakan intelektual, spiritual, dan sosial yang berorientasi pada kemaslahatan bersama”
Bagi Hernadi, HMI bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi juga wadah pembentukan intelektual muda Islam yang siap berperan nyata bagi masyarakat. Melalui gagasan utilitarian, ia menekankan pentingnya menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat dan daerah. “HMI harus kembali menjadi organisasi kader yang hidup di tengah masyarakat, bukan hanya aktif di ruang diskusi, tetapi juga di ruang aksi,” ungkapnya penuh semangat.
Konsep HMI Utilitarian yang diusung Hernadi berangkat dari pandangan bahwa keberadaan HMI harus memberi dampak konkret dalam kehidupan sosial. Di Sukabumi, konseptersebut diwujudkan dalam empat ranah utama: pendidikan, keislaman, sosial, serta perkaderan.
Muh. Hernadi menilai bahwa HMI harus menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas intelektual generasi muda, melalui ruang-ruang perkaderan dan dan ruang-ruang diskusi.
Sementara dalam ranah keislaman, menurutnya HMI harus tetap menjadi penjaga nilai-nilai moral dan spiritual di tengah arus modernisasi, Dakwah yang dikembangkan bukan hanya bersifat seremonial, tetapi juga humanis. Hernadi meyakini bahwa nilai Islam adalah sumber inspirasi untuk membangun peradaban yang adil, toleran, dan berkemajuan di Sukabumi.
Pada sektor sosial, kader HMI harus lebih aktif turun ke lapangan, menurutnya masih banyak persoalan di sukabumi yang harus di sentuh oleh aktivis HMI.
Adapun dalam perkaderan , Hernadi menekankan pentingnya melahirkan kader yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan peka terhadap sosial. Kader HMI, katanya, harus siap menjadi pemimpin yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Gagasannya bukan sekadar slogan, tetapi refleksi dari perjalanan panjangnya di HMI sebagai kader aktif yang melihat langsung tantangan organisasi di era modern, Bagi Hernadi, Konfercab bukan ajang perebutan jabatan, melainkan momentum untuk mengembalikan marwah perjuangan HMI sebagai organisasi yang inklusif, solutif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui semangat Cahaya Perubahan, Hernadi Mulyana ingin menghadirkan arah baru bagi HMI Sukabumi, organisasi yang tidak hanya mencetak pemimpin intelektual, tetapi juga insan yang berperan aktif dalam memajukan daerah. Sukabumi yang berdaya, religius, dan sejahtera menjadi orientasi utama dari seluruh gerakan kader HMI di bawah payung gagasan besar tersebut.
Di tengah tantangan zaman dan derasnya arus modernisasi, Hernadi percaya bahwa HMI masih relevan sebagai lokomotif perubahan sosial. “Cahaya perubahan bukan hanya simbol, tetapi komitmen kami untuk menjadikan HMI sebagai pelita yang memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang,” tutupnya.
Sumber : Sandi
Editor : Admin












































