REAKSINEWS.COM – Oleh : Ust. A. Lathief Abdallah (Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ . فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Segala puji dan syukur bagi Allah swt. Shalawat dan salam tercurah limpah kepada Rasulullah SAW. Marilah kita perkuat ketaqwaan kita dengan mengikuti perintah Allah dan RasulNya. Semoga kita kelak mendapatkan syafaat dari Nabi Agung Muhammad SAW. Amin.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Saat ini, kita sudah memasuki bulan Rabiul Awwal 1447, juga sering disebut bulan Maulid. Karena dalam bulan ini tepatnya tgl 12 Rabiul Awal bulan kelahiran Nabi Muhammad saw. Sosok paling mulia di dunia, dimana kita diperintahkan untuk senantiasa bershalawat kepadanya. Bukan hanya kita saja yang bershalawat, Malaikat dan Allah swt pun bershalawat. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita diperintah untuk mencintai Nabi SAW melebihi kecintaan kepada yang lainnya. Kecintaan yang didasari atas keimanan kepadanya.
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري
“Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya.” (HR. Bukhari).
Dalam hadits riwayat Bukhari Muslim dari Anas Bin Malik, Seorang lelaki menghadap dan bertanya kepada Nabi “Ya Rasulullah kapan terjadinya kiamat? “Bekal apa yg kau siapkan untuknya?” Nabi balik bertanya.
“Tidak ada, hanya saja aku sangat mencintai Allah dan Rasulnya” jawabnya. Nabi Saw bersabda,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau akan bersama dengan yang engkau cintai”.
Anas Bin Malik berkata,tidak ada perkataan yang paling membahagiakanku setelah masuk Islam selain perkataan nabi
” أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ,
Engkau akan bersama dengan yang engkau cintai”.
فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
“Aku mencintai Nabi, mencintai Abu Bakr, mencintai Umar dengan cinta itu berharap aku bersama mereka kelak walau aku beramal tak seperti amal mereka”.
Hadist ini menujukan keutamaan mencintai Nabi SAW agar kelak kita dapat bersama denganya.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Namun, apa bukti cinta kepada Nabi itu?
Dalam tafsir al Zuhaily diceritakan. Tsaubah merasa gelisah jika sekali saja tidak bertemu dengan Nabi. Dia mencintai Nabi lebih dari keluarganya sendiri. “Ya Rasulullah aku kawatir kelak di Surga tak bisa bertemu dengan mu lagi karena kedudukanmu yang tinggi.” Maka turunlah al-Qur’an Surat Annisa ayat 69 sebagai jawabanya;
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
“Siapa yang taat kepada Allah dan Rasulnya kelak akan bersama para Nabi (nabiyyin), para shabat (shiddiqin), orang-orang yang mati syahid (syuhada) dan orang orang salih (shalihin)”
Ayat diatas mejelaskan bahwa hakikat cinta kepada Nabi itu dibuktikan dengan ketaatan kepadanya, bukan semata perkataan.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengimani Nabi, mencintai dan menatinya adalah syarat untuk kelak bersama dengannya. Pertemuan dengan nabi di dunia bukanlah syarat berjumpa beliau kelak di surga. Kendati jauh dari nabi baik tempat maupun masa, jika beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mentaati keduanya, kelak akan bersama Nabi, dengan para sahabat, dengan para syuhada dan orang-orang yang saleh.
Bukankah Abu Jahal, Abu Lahab, Abu thalib ketiganya sering bertemu Nabi, bahkan diantara mereka ada pertalian nasab dengan Nabi. Namun ketiganya tak akan pernah berjumpa bersama nabi kelak di akhirat ! Karena mereka bertemu di dunia namun tidak berman kepadanya.
Dari sinilah Nabi SAW bersabda,
طُوبَى لِمَن آمَنَ بِي وَرَآنِي مَرَّةً ، وُطُوبَى لِمَن آمَنَ بِي وَلَم يَرَنِي سَبعَ مِرَارٍ
“Beruntunglah orang beriman kepadaku dan bertemu denganku (beliau menyebutnya sekali). Dan beruntunglah orang yang beriman kepadaku dan belum pernah bertemu dengaku (beliau menyebut tujuh kali.)” (HR. Ahmad)
Orang yang mencintai Nabi pasti akan memuliakannya dan akan membelanya. Mereka akan marah bila nabinya dinistakan. Maka setiap muslim wajib mengutuk siapa saja yang telah merendahkan nabi. Hal itu merupakan bentuk kecintaan dan pembelaan kepada Nabi yang Mulia Muhammmad SAW.
فَاَلَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّور الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ
“…Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. ” (QS.Al A’raf: 157)
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Mudah mudahan kita diakui Nabi Muhammad SAW sebagai umatnya, kelak dapat berkumpul dan bertemu denganya, serta mendapat syafaatnya. AMIN
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ











































