REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Panggung seni Sukabumi akan kembali diramaikan dengan hadirnya sebuah karya monumental dari UKM Seni Pancawarna Teater Sawangi Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi.
Karya terbaru berjudul “Raja Tanpa Mahkota” siap dipentaskan pada Sabtu, 20 September 2025 mendatang, menghadirkan sebuah kisah mendalam tentang kepemimpinan, pengabdian, dan arti sejati sebuah pengorbanan.
Naskah teater ini digarap dengan penuh ketelitian, dimulai dari ide cerita oleh Eris Juliansyah, diarahkan oleh Yudi Akbar selaku Ki Dalang sekaligus pencipta karya, hingga proses penyuntingan oleh Ana Jainab dan Raka Singgih.
Para pemeran utama, di antaranya Viqri (Prabu Ragamulya), Ayu Dewata (Lina), Resi Niskala (Raka), dan Patih Wangsa (Renal), tampil dengan karakter yang kuat, membawa penonton menyelami konflik batin seorang raja yang dihadapkan pada pilihan berat antara kekuasaan dan hati nurani.
Yudi Akbar sekaligus Sutradara Teater ini mengatakan, bahwa Raja Tanpa Mahkota bukan hanya sekadar pertunjukan, melainkan cermin bagi kehidupan nyata.
“Kami ingin menghadirkan sebuah kisah yang membuat penonton merenung. Bahwa sejatinya seorang pemimpin tidak diukur dari mahkota yang dikenakan di kepalanya, tetapi dari seberapa besar ia berani berkorban demi rakyatnya. Mahkota hanyalah simbol, tetapi kepemimpinan adalah amanah yang lahir dari hati,” ujar Yudi Akbar, Sabtu (6/9/2025).
Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa setiap manusia sejatinya adalah pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri. Namun, tidak semua orang siap menanggung beban kepemimpinan yang penuh ujian.
“Ada kalanya seorang raja justru memilih menanggalkan mahkotanya demi kebenaran. Inilah makna terdalam dari pertunjukan ini: pengorbanan seorang pemimpin demi keselamatan yang lebih besar,” tambahnya.
Proses kreatif Raja Tanpa Mahkota melibatkan kolaborasi penuh para mahasiswa, mulai dari produksi panggung, tata artistik, hingga musik pengiring yang menghadirkan nuansa megah dan menyayat hati.
Dukungan sponsor dari Diskominfo Kota Sukabumi, Radio Swara Mahardika, dan sejumlah mitra lokal lainnya menjadi bukti bahwa karya seni mahasiswa mendapat tempat penting dalam pembangunan karakter dan budaya daerah.
Yudi berharap, karya ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga menjadi warisan nilai bagi generasi muda Sukabumi.
“Kami ingin setiap penonton pulang dengan hati yang tersentuh, membawa pesan bahwa kepemimpinan adalah tentang keberanian, kejujuran, dan ketulusan. Seorang raja tanpa mahkota bisa lebih berharga dibanding raja dengan mahkota yang hanya sekadar hiasan,” pungkasnya.
Reporter: Juli
Editor : Admin












































