REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Irigasi yang mengairi Dua Desa yaitu Bojongkerta dan Kertamukti berlokasi di Kampung Salamuncang RW 02 sempat mengalami jebol pada Senin 14 Oktober 2024 lalu. Kini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi menggelontorkan anggaran untuk melakukan perbaikan.
DPU mengucurkan anggaran sebesar 148 Juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 untuk melakukan perbaikan irigasi itu diduga tidak sesuai dengan Fakta pengerjaan di lapangan.
Berdasarkan hasil temuan dilapangan, awak media menemukan penggunaan pasir Laut yang digunakan oleh CV. Dian Mandiri, bahkan papan informasi tidak dilengkapi dengan Volume sebagaimana mestinya.
Warga Kampung Salamuncang Mullah (34) mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada DPU sudah memperbaiki irigasi yang mengairi dua desa ini.
“Yang pertama kami mengucapkan terimakasih kepada PU Kabupaten Sukabumi yang telah memperbaiki Irigasi ini,” katanya, Kamis (14/8/2025).
Disisi lain, Mulloh mempertanyakan anggaran yang dikucurkan oleh DPU Kabupaten Sukabumi saat eksekusi pengerjaan. Dari mulai menggunakan pasir laut, pondasi diduga tidak digali, dan Papan Informasi tidak disertakan dengan Volume.
“Saya heran ini pengerjaan Siluman atau apa, material pasir pakai pasir laut, papan informasi tidak disertakan nama wilayah yang lengkap dan Volume tidak ada,” bebernya.
Ia berharap, Irigasi dapat bertahan lama mengingat irigasi ini menjadi titik penting untuk mengairi dua Desa yaitu Bojongkerta dan Kertamukti.
“Kami berharap, dengan material pasir laut . Irigasi ini dapat bertahan lama mengingat irigasi ini menjadi akses utama pengairan yang mengairi dua desa di kecamatan warungkiara yaitu Bojongkerta dan Kertamukti,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, DPU Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi meskipun upaya konfirmasi terus dilakukan.
Jul











































