REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang falakiyah serta menjamin keakuratan penetapan waktu ibadah umat Islam, Dewan Hisab dan Rukhyat Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kaderisasi Tenaga Hisab dan Rukhyat Tahun 2025, yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Juli 2025, di Hotel Resort Prima Selabintana, Desa Perbawati, Kabupaten Sukabumi.
Sebanyak 30 peserta dari berbagai elemen seperti Majlis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukabumi, penyuluh agama Islam KUA, pondok pesantren, ormas Islam, hingga praktisi falakiyah ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Pada hari pertama, peserta menerima materi teori seputar ilmu falak, hisab dan rukhyat. Sementara hari kedua difokuskan pada praktik lapangan, meliputi pengamatan hilal, penggunaan alat bantu rukhyat, serta pemanfaatan aplikasi digital penunjang pengamatan. Kegiatan praktik dilaksanakan di Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas, Kecamatan Simpenan.

Ketua Dewan Hisab dan Rukhyat Kabupaten Sukabumi, H. Dede Sudanta, S.Ag., MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya kaderisasi tenaga hisab dan rukhyat sebagai upaya menjaga kesinambungan keilmuan falakiyah di tengah masyarakat.
“Kami ingin melahirkan generasi baru yang tidak hanya memahami teori hisab, tetapi juga mampu melakukan rukhyat hilal secara langsung. Ini sangat penting untuk memastikan penetapan waktu ibadah dilakukan secara ilmiah dan syar’i,” tegasnya.
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, M.Si, turut menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif dan aplikatif. Ia menyampaikan selamat datang kepada para peserta dan narasumber, yang berasal dari berbagai institusi keagamaan dan perguruan tinggi. 
Kami berharap kegiatan ini mampu mencetak kader-kader falakiyah yang profesional dan bertanggung jawab, khususnya dalam penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, serta waktu-waktu ibadah lainnya, ujarnya.
Dengan pendekatan yang memadukan sains dan syariat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pijakan strategis dalam memperkuat tradisi rukhyatul hilal yang lebih ilmiah, berkelanjutan, dan membumi di Kabupaten Sukabumi.”pungkas H. Dede
Sumber : Andriansyah
Editor : Admin











































