REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Tiada ucapan yang lebih layak diungkapkan oleh seorang Muslim yang berbahagia selain syukur, Alhamdulillah, khususnya saat Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ mempertemukannya kembali dengan bulan istimewa, yakni Ramadhan. Bulan ini lebih mulia dibandingkan bulan lainnya karena di dalamnya kaum Mukmin diwajibkan berpuasa sebulan penuh, sebagaimana firman Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ dalam surah al-Baqarah ayat 183; “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (QS al-Baqarah [2]: 183).
Puasa Ramadhan menghasilkan ketakwaan, yang merupakan derajat istimewa bagi seorang Muslim. Ketakwaan menjadi bekal terbaik dalam kehidupan dunia dan jaminan keselamatan di akhirat, sebagaimana firman Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ dalam surah al-Baqarah ayat 197;
“Berbekallah kalian. Sungguh sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kalian kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah [2]: 197)
Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan keistimewaan bagi umat Islam. Bulan ini menjadi waktu yang Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ pilih untuk menurunkan berbagai anugerah dan kesempatan bagi hamba-Nya agar semakin dekat dengan-Nya.
Banyak keutamaan yang terdapat dalam bulan suci ini, yang seharusnya mendorong kaum Muslim untuk memanfaatkannya sebaik mungkin dalam beribadah dan meningkatkan kualitas ketakwaan. Di antaranya:
Pertama, Ramadhan adalah bulan yang dipenuhi limpahan rahmat dan ampunan. Di bulan ini, Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, serta membelenggu setan-setan agar manusia lebih mudah beribadah. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sungguh telah datang Bulan Ramadhan. Bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya. Pada Bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Ahmad No.7148).
Kedua, al-Quran diturunkan pada bulan mulia ini sebagai petunjuk bagi manusia agar berjalan di atas jalan yang benar. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman; ”Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (QS. al-Baqarah [2]: 185).
Oleh karena itu, kaum Muslim hendaknya menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk semakin mencintai al-Quran dengan membacanya, memahami maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad)
Ketiga, pahala amal kebaikan pada Bulan Ramadhan dilipatgandakan. Hal ini menjadi motivasi bagi kaum Muslim untuk meningkatkan ibadah, seperti shalat, membaca al-Quran, berzikir, dan bersedekah. Selain itu, amal sosial seperti memberi makan fakir miskin, menjalin ukhuwah Islamiyah, serta berdakwah dan melakukan amar makruf nahi mungkar juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan agar semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ.
Keempat, di dalam Bulan Ramadhan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman, ”Sungguh Kami telah menurunkan al-Quran pada saat Lailatul Qadar. Tahukah engkau, apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. al-Qadar [97]: 1-3).
Karena waktu pastinya tidak diketahui, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan agar dapat meraih keberkahannya.
Kelima, Ramadhan menjadi wasilah penghapusan dosa serta perisai dari siksa neraka bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda; “Puasa Ramadhan merupakan perisai (pelindung) dari azab neraka, seperti perisai (pelindung) salah seorang dari kalian dalam peperangan.” (HR an-Nasa’idan Ahmad).
Beliau juga bersabda; “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan hanya mengharap ridha Allah, dosa-dosanya y1bang telah lalu pasti diampuni.” (HR
al-Bukhari).
Oleh karena itu, kaum Muslim hendaknya menjalankan puasa dengan penuh kesungguhan agar mendapatkan keutamaan dan ampunan dari Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ.
Akhirnya, marilah kita menjadi hamba Allah yang istimewa, dengan mensyukuri kehadiran bulan istimewa ini dengan menghiasi setiap waktunya dengan berbagai amal shalih. Selain amalan individual yang sifatnya rutinitas, mari kita syukuri kehadiran bulan suci ini dengan meningkatkan amal dakwah dan amar makruf nahi mungkar untuk menghilangkan berbagai bentuk kezaliman, khususnya kezaliman penguasa, yang tentu pahalanya jauh lebih besar.
Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri untuk semakin istiqamah dalam ketakwaan hingga ujung kehidupan.











































