Reaksinews.com || Sukabumi – Penarikan sumbangan dana gelar karya / wisuda bagi siswa lulus hampir tejadi di semua tingkatan sekolah di Kabupaten Sukabumi. Penarikan sumbangan tersebut berkisaran angka Rp. 300 rb per siswa untuk kelas 6. Dan untuk kelas 1 sampai dengan kelas 5 dipungut Rp. 150 rb per siswa dan ada juga salah satu kelas yang meminta tambah 50 rb per siswa.
Hal itu dikatakan salah satu Ortusis (Orang Tua Siswa) yang tak bersedia dituliskan jati dirinya kepada awak media. Dia mengaku bahwa anaknya merupakan siswa di SDN 1 Sukaraja Kabupaten Sukabumi.
“Alasan sekolah menarik sumbangan perpisahan ( gelar karya) tersebut adalah untuk pembayaran kenang-kenangan/cendra mata untuk para Guru, seragam kelas (samaan) di pakai saat gelar seni (wisudaan) dan seterusnya. Sumbangan tersebut ditetapkan oleh ketua gelar seni dan di setujui oleh komite sekolah dan di share ke group kelas masing masing Yang jelas itu diduga ada kesan dipaksakan,” katanya.

Lanjut Ortusis, saya merasa kasihan kepada para orang tua siswa yang berpenghasilan rendah ( MBR ) jangankan untuk bayar uang perpisahan, untuk makan sehari – hari saja mereka dalam kondisi ekonomi saat ini dirasa sulit. Belum lagi untuk mempersiapkan pendidikan anaknya kejenjang SMP itu pasti butuh persiapan uang yang cukup lumayan buat beli sragam dan yang lainnya.
Dia berharap kepada pihak Sekolah agar perpisahan/wisuda – wisudaan ( gelar karya ) tersebut dilaksanakan dengan cara sederhana saja agar tak memberatkan para orang tua siswa.
“Mungkin bagi ortusis yang mampu secara ekonomi itu tak jadi soal. Namun kita pun harus bijak melihat para ortusis yang hidupnya dibawah garis kemiskinan secara finansial,” cetusnya.
Saat dikonfirmasi awak media ( 20/02/25 ) melalui pesan WhatsApp kepada Reza selaku Guru kesiswaan di SDN.1 Sukaraja tentang hal diatas. Menurut keterangan dari Reza , bahwa Kami pihak Sekolah belum merencanakan program itu, dan kami pun masih menunggu regulasi dari Dinas.
(Paul)












































