Reaksinews.com || Sukabumi – Pembantu Letnan Dua (Peltu) Dian selaku Batuud Koramil 2203/Warungkiara mewakili Komandan Rayon Militer (Danramil) Kapten Infantri Agus Rahman melaksanakan kegiatan Pendampingan Pelayanan KB MKJP IUD Implant dan Iva Test di Puskesmas Warungkiara/Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Selasa (11/2/2025).
Perlu di ketahui, KB MKJP adalah singkatan dari Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, IUD adalah singkatan dari Intra Uterine Device, Implant adalah susuk KB, dan IVA adalah singkatan dari Inspeksi Visual Asetat.
KB MKJP adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda, menjarangkan, atau menghentikan kehamilan.

IUD adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim. IUD berbentuk seperti huruf T dan bekerja dengan menghalangi sperma masuk ke rahim.
Implant adalah alat kontrasepsi yang ditanam di bawah kulit. Implant juga dikenal sebagai susuk KB.
IVA adalah cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin.
MKJP merupakan metode kontrasepsi yang efektif dan aman dengan masa perlindungan yang lama. MKJP dapat digunakan untuk 3 tahun hingga seumur hidup.
Pelayanan KB MKJP dapat dilakukan di puskesmas. Dalam pelayanan ini, peserta dapat mendapatkan pelayanan MKJP dan pemeriksaan IVA Test.
Sementara itu, Danramil 2203/Warungkiara Kapten Inf Agus Rahman selalu memerintahkan kepada anggotanya agar dalam melaksanakan tugas kewilayahan tidak ragu-ragu dan bersinergi dengan instansi yang ada di wilayah Kecamatan Warungkiara untuk memudahkan koordinasi.
Peran serta koramil dalam pembangunan sangat dibutuhkan, melalui program KB (Keluarga Berencana) juga termasuk membangun kesejahteraan masyarakat.
“Program KB bukan membatasi angka kelahiran akan tetapi merupakan program pengendalian penduduk dan mensejahterakan penduduk,” tuturnya.
Sementara itu, Peltu Dian selaku Batuud Koramil 2203/Warungkiara mengatakan Pendampingan yang dilakukan olehnya menunjukkan peran penting TNI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung program kesehatan yang bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga.
“Bahwa sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa sangat diperlukan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga dan penggunaan alat kontrasepsi dapat terus meningkat, sehingga program Keluarga Berencana dapat berjalan lebih optimal di Wilayah Kabupaten Sukabumi khususnya Kecamatan Warungkiara,” pungkasnya. (Jul)












































