Reaksinews.com || Tasikmalaya – Masyarakat kabupaten Tasikmalaya, baik di lapangan maupun di laman media sosial, tengah berebut pandangan memperbincangkan ending politik pilkada 2024 yang tempo lalu diselenggarakan.
Pasalnya, masyarakat menaruh perhatian cukup serius pada proses sidang MK mengenai gugatan permohonan pembatalan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Tasikmalaya yang menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya nomor urut 3 yakni Ade Sugianto dan Iip Miftahul Paos sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya terpilih di Pemilihan Kepala Daerah 2024.
Situasi ini mendorong opini pro dan kontra yang mengkristal di tengah masyarakat Kab. Tasikmalaya, baik itu dalam kolom komentar media sosial, ataupun obrolan langsung warung kopi. Meski demikian difahami bahwa proses hukum masih berlangsung dan hasil putusan sidang MK baru akan dikeluarkan pada tanggal 24 Februari mendatang.
Ketua bidang Politik dan Analisa Kebijakan Publik Pemuda Persis kab. Tasikmalaya Riyan Hidayatulloh menilai, situasi seperti ini adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi. Terlebih di politik regional, tingkat partisipasi politik masyarakatnya cenderung lebih tinggi dibanding kontestasi politik ditingkat lain.
“Namun kewajaran ini tentu dalam catatan, yakni selama opini pro dan kontra masih berdasar pada prinsip etika demokrasi, tentu no problem. Lebih jauh dari itu, dinamika politik sebagai sebuah luapan ekspresi dari kebebasan berpendapat, penting juga sama-sama kita jaga,” Jelas Riyan.
Ia juga mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk tetap tenang dan menunggu dengan gembira, agar jangan dulu terjebak pada euforia politik kalah menang yang pada gilirannya hanya akan menimbulkan polarisasi sosial yang ujung-ujungnya merugikan masyarakat kita sendiri.
Sebab, di sisi tertentu yang jauh lebih krusial ialah tentang kualitas pembangunan manusia yang kian hari kian mengalami degradasi secara etik, moril, dan sosial. Bahkan bukan hanya soal sumber daya manusia, tetapi demikian juga terjadi di sektor pembangunan infrastruktur, yang tentunya bisa jauh lebih maju dengan pelayanan publiknya yang maksimal profesional.
“Untuk itu, insan rakyat jangan sampai keluar dari fungsi inti sebagai aktor strategis pembangunan daerah. Partisipasi politik dalam memilih calon kepala daerah kemarin, tidak semestinya melarutkan kewajiban kita sebagai bumi putra untuk terus harmonis dan bersama-sama membangun masa depan kabupaten tasikmalaya, untuk lebih baik dan sejahtera,” ungkapnya.
Meskipun penting ada sebagian kalangan yang fokus menunggu pembacaan keputusan MK tanggal 24 nanti, tapi Riyan mengingatkan, agar kita lebih gesit melakukan perbaikan dari apa yang kita mampu, sejak hari ini, jangan dinanti-nanti, lakukanlah kepeloporan perbaikan lebih dini.
(Red)












































