Reaksinews.com || Kecelakaan maut (GT) tol ciawi II yang merenggut nyawa 8 orang dan 11 lainnya luka-luka pada Selasa (4/2/25) tempo hari menyisakan luka yang sangat mendalam bagi keluarga korban meninggal dunia, salah satunya adalah keluarga korban yana mulyana warga Kp.sukasirna, Kel.Selabatu, Kecamatan.Cikole, Kota.Sukabumi, yang menjadi salah satu korban tewas dalam tragedi tabrakan beruntun di (GT) tol ciawi II.
Mira adik ipar (alm) Yana Mulyana nampak mendatangi RSUD Ciawi untuk menemui keluarganya yang turut terlibat jadi korban kecelakaan maut di (GT) Ciawi II.
Menurut Mira menyampaikan, bahwa (alm) berangkat dari sukabumi menuju tambun bekasi bersama istrinya Sugiarti (48) tahun yang merupakan kakak kandung dari Mira juga Ryuzia Andriana anak usia (3) tahun yang merupakan keponakan dari mira, selain itu ada 3 orang lain nya yang ikut dalam perjalanan tersebut.
Alasan kakak saya berangkat malam bersama rombongan ke tambun Bekasi dengan maksud mau ngambil peralatan kerja yang mungkin akan di bawa oleh (alm) Yana ke Kalimantan, sebab kakak ipar saya sudah ada rencana akan bekerja di Kalimantan.
“Namun kejadian naas itu terjadi sehingga merenggut nyawa kakak ipar saya, sedangkan kakak kandung dan ponakan saya masih bisa selamatkan,” imbuhnya.
Boy anugrah (40) tahun sahabat dari (alm) yana mulyana menerangkan bahwa dirinya sempat melarang (alm) untuk tidak bepergian di malam hari, boy memberi saran kepada (alm) untuk melanjutkan perjalanan pada subuh dini hari saja namun (alm) tetap kekeh dengan pendirian nya, malah (alm) yana Mulyana sempat mengajak boy untuk berangkat bareng namun saya menolak jelasnya.
Selain itu boy anugrah juga menangkap, satu kejanggalan sesaat sebelum sabatnya itu berangkat, (alm) Yana Suryana sempat menitipkan anak dan istrinya kepada dirinya, Keduanya masih menjalin komunikasi melalui telpon (alm) keluarga dalam perjalanan ke tambun,
Namun sekitar subuh dini hari boy mendapat kabar bahwa sabatnya itu mengalami kecelakaan di (GT) Tol Ciawi II, boy dengan perasaan kaget langsung mendatangi rumah sahabatnya untuk memastikan benar apa tidak nya berita tersebut jelas boy saat di temui di kecamatan Cikole pada Rabu (5/2/25).
Jenazah (alm) Yana Mulyana di makam kan di TPU di dekat rumah kediaman nya di Kel.selabatu.
Sugiarti (48) tahun istri dari (alm) Yana Mulyana yang turut menjadi korban tragedi maut di (GT) Ciawi II namun sugiarti dan anak nya masih bernasib baik karena tidak mengalami luka yang cukup serius sehingga nyawa Sugiarti beserta anak nya masih bisa di selamatkan.
Sugiarti menceritakan detik-detik kejadian paling mencekam dalam hidupnya sambil berlinang airmata, wanita (48) tahun itu menceritakan awal mula sebelum kejadian naas itu terjadi, dirinya beserta ank dan suami serta 3 penumpang lainnya, hendak pergi ke tambun Bekasi untuk menyelesaikan pekerjaan sebab suaminya mau berangkat ke Kalimantan, namun saat kendaraan roda 4 yang dirinya tumpangi beserta rombongan hendak melewati otomatis tiba-tiba kartu E-tol nya tidak bisa di gunakan sehingga tidak bisa dibaca oleh sistem sehingga palang tol tidak terbuka.
Seketika suaminya berinisiatif untuk bertanya kepada petugas kemudian oleh petugas nya di arahkan untuk meminjam kartu E-tol pada pengendara lain yang berada di belakangnya, kemudian suaminya turun lalu menghampiri mobil yang ada di belakang untuk meminjam kartu E-tol, saat suaminya sudah keluar dari mobil dan posisi nya berada di sebelah kanan tiba saja kejadian naas itu terjadi, ketika kendaraan nya di hantam truk besar dari arah belakang.
Pada saat itu Sugiarti dan anaknya yang masih berusia (3) tahun serta 3 orang penumpang lainnya berada di dalam mobil, Sugiarti mengaku tidak bisa mengingat dengan jelas karena kejadiannya begitu cepat, Sugiarti mengalami luka robek di kepala bagian atas lecet di bagian dagu, tangan dan kaki, sedangkan anak nya Ryuzia Andriana mengalami luka robek di bagia belakang kepala serta lecet di tangan dan kaki, Rabu (5/2/25).
Menurut keterangan dari pihak RSUD Ciawi Bogor terkait perkembangan kesehatan pasien-pasien korban kecelakaan yang masih di rawat di RSUD Ciawi Bogor ada 5 orang, 3 diantaranya di rawat di ruang bugenvil yakni Dani Nursamsu, Sukanta, Bendi Wijaya sebagai sopir truk pengangkut galon air mineral,Sopir truk cidera kepala sedang, ada sedikit pendarahan di otaknya (Faktur Basis Karnii) Bendi juga ada masalah di bagian matanya, saat ini bendi di tangani oleh dokter subspesialis bedah saraf dan subspesialis mata.
Sedangkan 2 korba lain nya di rawat di ruang anggrek 1 dewasa dan satu batita umur 3 tahun, Secara umum keadaan 5 korban ini sudah berangsur membaik dari kondisi sebelumnya namun belum bisa di ajak komunikasi.
Menurut Rivan A Purwantono Dirut Jasaraharja, semua korban kecelakaan meninggal dunia, luka berat maupun luka ringan di semuanya di jamin oleh jasaraharja, namun pihaknya bersama PusdokesPolda Jabar masih terus melakukan identifikasi terhadap 2 korban luka bakar.
(Tuti)











































