ReaksiNews.com || Kemajuan teknologi ternyata memudahkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada para bakal calon kepala daerah. Seperti yang dialami Bakal Calon Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.
Lanjut Ayep mengatakan, ia banyak menerima aspirasi masyarakat dari kalangan guru ngaji hingga penggali kubur. Guru ngaji dan pondok pesantren mengeluhkan kesejahteraan mereka karena selama ini tak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
“Aspirasi tersebut didapat melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dan Direct Message (DM) Instagram miliknya. Hal ini membuatnya ingin memastikan adanya insentif bagi mereka serta peningkatan dana hibah bagi ponpes di Sukabumi,” kata Ayep Sabtu 21/9/2024).
Guru ngaji dan ponpes yang berharap adanya insentif yang merata setiap tahunnya. Saat ini, ada berapa banyak pesantren di Kota Sukabumi, ada mungkin puluhan bahkan ratusan madrasah dan masih ada ketidakjelasan.
“Terkait dana hibah yang mereka terima. Saya akan memastikan hal ini bisa diatasi,” ungkap.
Tak hanya perihal insentif saja, Ayep juga berencana menuntaskan permasalahan legalitas pondok pesantren di Sukabumi.
“Izin ponpes juga perlu dibereskan, agar ponpes bisa mendapatkan bantuan yang layak,” tambahnya.
Aspirasi lainnya datang dari kalangan pekerja penggali kubur. Ayep pun menyoroti hal tersebut lantaran selama ini para penggali kubur tak memiliki pemasukan tetap dan hanya mengandalkan dari masyarakat yang membutuhkan jasa mereka.
“Penggali kubur ini tidak punya penghasilan tetap. Masa setiap hari mereka harus berdoa agar ada yang meninggal? Kalau tidak ada yang meninggal, mereka tidak mendapatkan apa-apa.” tambahnya.
Kan tidak mungkin orang meninggal setiap minggu. Jadi kita harus upayakan hal ini, kita cari solusinya, anji Tak Ambil Upah Gaji jika Menang Pilwakot.
Hal ini Ayep mengaku mendapat tantangan melalui aplikasi perpesanan. Tantangan itu ia terima dan menjadi salah satu komitmen besar yang akan diusung Ayep Zaki.
Dia berjanji tidak akan menerima gaji dan menyumbangkan seluruh gaji pokoknya kepada anak yatim selama menjabat sebagai Wali Kota Sukabumi.
“Gaji pokok saya akan saya serahkan untuk anak yatim. Saya sudah selesai dengan urusan uang, yang penting sekarang adalah bagaimana membangun Kota Sukabumi yang lebih baik,” pungkasnya.












































