ReaksiNews.com || Mohamad Muraz dan Andri Hamami resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Selasa (27/8/2024).
Pendaftaran ini merupakan langkah awal pasangan tersebut dalam helatan Pilkada serentak yang akan digelar November 2024.
Pasangan Muraz-Andri dikawal oleh ratusan relawan sambil berjalan kaki sejauh 500 meter.
Di sepanjang jalan, para relawan menyerukan Muraz-Andri Juara. Kedatangan pasangan dengan jargon MAJU (Muraz Andri Juara) ini disambut dengan penampilan pencak silat.
Mereka tampak kompak mengenakan seragam ala Soekarno dan Hatta berupa kemeja berwarna putih, celana krem, lengkap dengan peci hitam.
Sebelum mendaftarkan diri ke KPU Kota Sukabumi, Muraz-Andri juga melaksanakan deklarasi di parkiran GOR Kujang Arena, Jalan Didi Sukardi, Kota Sukabumi.

Ada tujuh partai politik yang mendeklarasikan diri mendukung pasangan tersebut yaitu Demokrat, Golkar, PSI, PKN, Prima, PBB dan Partai Glora.Terkait keikutsertaan partai nonparlemen,
Muraz mengatakan, hal itu tidak menyalahi aturan yang berlaku lantaran mereka sudah memenuhi persyaratan 20 persen.
“Dengan keluarnya putusan MK barangkali partai-partai yang tidak ada DPRD pun boleh mengusung sendiri. Tapi alhamdulillah lima partai yang saya sebutkan tadi PSI, Gelora, Prima, PKN dan PBB menyatakan siap mendukung Muraz-Andri,” ungkap Muraz usai daftar ke KPU Kota Sukabumi.
Keputusan mereka berjalan kaki dari Jalan Didi Sukardi menuju Jalan Otista merupakan hasil kesepakatan bersama.
Muraz mengaku sengaja berjalan kaki dan tidak konvoi keliling Kota Sukabumi lantaran tak ingin menyebabkan kemacetan.
“Kemudian kami dengan Pak Andri selaku pasangan calon Wakil Wali Kota bersama rekan-rekan tim semua setuju kami tidak keliling, kami langsung menuju KPU. Dari sini pun kami tidak keliling, kami langsung kembali ke sekretariat bersama (sekber) mengingat kami tidak ingin membuat kemacetan bagi warga Kota Sukabumi,” ujarnya.
Kami tidak keliling, ini bukti kami lebih mencintai warga Kota Sukabumi supaya kondisi tetap lancar dan aman bagi warga yang beraktivitas selama pencalonan ini.
“Kami sudah melihat dari pagi kemacetan sudah cukup merepotkan bagi para pengemudi kendaraan dan yang lainnya,” imbuhnya.
Soal seragam yang mereka kenakan, Muraz mengatakan ingin menunjukkan kenetralan. Terlebih, kata dia.
Pasangan ini memiliki koalisi partai politik yang memiliki warna beragam.
Atribut ini juga hasil pilihan kami beserta tim karena kami ingin terlihat netral dan mengikuti Soekarno-Hatta karena jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota itu bukan jadi wali kotanya partai Demokrat, Golkar, PSI, dan sebagainya.
“Kami komitmen jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota rakyat Kota Sukabumi tidak memilah-milah, saya kira itu intinya jadi pakaian ini saya anggap netral,” tandasnya.












































