ReaksiNews.com || Kota Sukabumi – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke 79 yang jatuh pada setiap tanggal 17 Agustus selalu dirayakan secara antusias oleh seluruh lapisan masyarakat di tanah air, termasuk warga di RW.05 dan RW 06 Kelurahan Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi.
Upacara dipimpin langsung Ketua RW.05 Jaenudin dan RW 06,Syaefulloh dan Inspektur upacara rizal, doa bersama dipimpin Hj. Asep Amsori serta warga lembursitu ikuti meriahkan Hut RI Ke 79.
Peserta yang hadir menggunakan pakaian serba merah putih sesuai momen kemerdekaan. Sebagian warga ada juga memakai pakaian adat asal daerah masing-masing.
Kegiatan upacara tersebut bertempat di Jl.Pelabuhan ll Km 7 SDN Lembursitu Kelurahan Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi.

Dalam amanatnya pembina acara Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di sini untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79.
Ini adalah momen yang sangat penting bagi kita semua, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, tetapi juga sebagai refleksi atas apa yang telah kita capai dan apa yang masih perlu kita perjuangkan.
Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan tanpa henti para pendiri bangsa. Namun, kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang untuk membangun bangsa yang adil, makmur, dan berdaulat.
Oleh karena itu, tanggung jawab kita sekarang adalah untuk melanjutkan cita-cita besar mereka dengan kerja keras dan dedikasi yang sama.
Tema tahun ini, “Nusantara Baru Indonesia Maju,” adalah ajakan untuk memperbaharui diri, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik. Nusantara Baru bukan berarti kita meninggalkan yang lama, tetapi bagaimana kita membawa semangat kebangsaan yang telah ada ke arah yang lebih maju, lebih adaptif terhadap perubahan, dan lebih siap menghadapi tantangan global.
Persatuan dan kesatuan adalah pondasi utama dalam membangun Nusantara Baru. Di tengah keragaman suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia, persatuan adalah kekuatan terbesar kita.
Kita harus terus menjaga dan merawat persatuan ini, karena tanpa persatuan, mustahil bagi kita untuk mewujudkan Indonesia Maju. Tantangan yang kita hadapi tidaklah kecil, baik dari dalam maupun luar negeri, namun dengan persatuan, kita dapat menghadapinya dengan kepala tegak.
Selain itu, kita juga harus fokus pada penguatan karakter bangsa. Pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang tinggi.
Setelah acara upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Tarik tambang antar RW (bapa2/ibu2/anak-anak, Balap Karung antar RT
(Ibu Ibu/anak), Kelereng di sendok (anak-anak ) dua kategori dibawah 6 tahun
6-12 tahun, Masukan Paku ke botol Tim 4 orang (ibu ibu Dan anak anak antar RT), estafet sarung antar RT (Bapak-bapak), estafet air antar RT, Bakiak
(Ibu Ibu), Lomba Karaoke, Trenggiling, Makan kerupuk, Lomba makan kue di mata san Lomba Lainnya.
(AR)











































