ReaksiNews.com || Lebak – Kembali terjadi dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan oleh oknum kepala Desa di Kabupaten Lebak. Kali ini dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan terjadi Kecamatan Cirinten, Jumat (9/8/2024).
Insiden itu terjadi menimpa salah seorang wartawan yang bekerja untuk Media Mitrapol saat melakukan Konfirmasi guna Keperluan peliputan mengenai isu-isu lokal di wilayah tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, Oknum kepala desa inisal MRO diduga melontarkan kata-kata kasar dan menghina terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya.
Wartawan yang menjadi Korban dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yaitu Kepala Biro Media Mitrapol, Aan, Menurutnya oknum Kepala Desa di lokasi kejadian mengeluarkan pernyataan yang meremehkan profesi wartawan dan mengeluarkan kata kata kasar dan menghina.
“Kepala Desa Marno Mengucapkan kata kata kasar dan menghina seperti Wartawan bencong, Mendingan wartawan Macul, Wartawan Anj**ng. Dan saya juga sempat di lempar puntung rokok”Ungkap Aan dalam sebuah percakapan via Whatsapp yang dilaporkan kepada Awak Media
Mendapati Kondisi demikian, Sejumlah Asosiasi Wartawan Kabupaten Lebak mengecam tindakan tersebut dan meminta pihak berwenang untuk segera menyelidiki kasus ini. Mereka menekankan pentingnya menjaga hubungan yang saling menghormati antara pejabat publik dan media sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas di tingkat lokal.
“Ini adalah tindakan yang sangat tidak profesional dan tidak etis. Wartawan berhak mendapatkan perlakuan yang baik dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka,” ujar Dani Saeputra, Kaperwil Media Polisinews.com yang juga Menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Wartawan Solidaritas (FWS)
Pihak berwenang, termasuk Inspektorat dan Dinas Komunikasi dan Informatika, diminta untuk menyikapi persoalan ini. Selain itu Pemerintah kecamatan juga diharapkan mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Sementara Oknum Kepala Desa saat dihubungi belum memberikan pernyataan resmi mengenai permasalahan ini.












































