ReaksiNews.com || Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap sepuluh kasus peredaran narkoba (narkotika, psikotropika dan obat terlarang). 10 orang pemuda yang diduga terlibat dalam peredaran Napza tersebut diamankan di 7 lokasi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
Selain itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota juga mengamankan barang bukti berupa 261,75 gram narkoba jenis Sabu, 6.080 butir obat terbatas, sebuah alat hisap Sabu atau bong, 7 unit timbangan digital dan 10 unit telepon genggam.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi menyampaikan, 10 terduga pelaku yang berhasil diamankan telah melakukan aksinya selama 3 bulan hingga 1 tahun.

“Alhamdulilah, berkat kerja keras personel, khususnya Jajaran Sat Narkoba dibantu dengan informasi masyarakat, dalam kurun waktu 3 Minggu terakhir ini kami berhasil mengungkap 10 kasus peredaran narkoba serta mengamankan 10 terduga pelaku, masing-masing berinisial, UN (36), LA (32), AR (24), AF (20), MR (36), RG (27), HS (35), AS (46), AV (22) dan MD (26),” ujar Rita saat memimpin konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Jum’at (2/8/2024).
“10 terduga pelaku yang merupakan 3 orang mahasiswa, 1 wiraswasta, 3 buruh dan 3 tunakarya ini rata-rata telah terlibat selama 3 bulan hingga 1 tahun,” bebernya.
Lanjut Rita, “Pengungkapan ini dilakukan di 7 lokasi berbeda, antara lain ; Cikole 1 kasus, Sukaraja 1 kasus, Warudoyong 1 kasus, Cisaat 2 kasus, Gunungpuyuh 3 kasus, Gunungguruh 1 kasus dan 1 kasus di wilayah Kecamatan Cireunghas,” lanjutnya.
“Dari pengungkapan ini pula, kami berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis Sabu sebanyak 261,75 gram, 6.080 butir obat terbatas, 1 alat hisap Sabu atau bong, 7 unit timbangan digital dan 10 unit telepon genggam,” paparnya.
“Terhadap para pelaku, kami menerapkan pasal 112 ayat (1) dan ayat (2), pasal 114 ayat (1) dan (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika serta pasal 435 dan pasal 436 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara hingga seumur hidup,”
Red











































