ReaksiNews.com || Sukabumi – Sebut saja Melati (17) nama samaran, Ia diduga mendapatkan perlakuan yang mengerikan dengan cara di rudapaksa yang diduga telah dilakukan oleh oknum ketua Umum Hari Nelayan ke 64 Palabuhanratu berinisial (SRP) di sebuah hotel M yang berada di wilayah Palabuhanratu. Hal tersebut diungkapkan Agus S selaku orang tua korban (Melati_red), Minggu (14/07/2024).
Orang tua korban Agus S saat diwawancarai awak media menjelaskan kronologisnya.
“Kronologis yaitu pada tanggal 4 juli 2024 saya di telepon oleh ibunya anak bahwa telah terjadi hal seperti itu (Rudapaksa), karena anak saya ini tinggal di daerah Simpenan, dia sekolah di salah satu sekolah menengah atas di wilayah Palabuhanratu. Anak saya yang jadi korban (Melati_red) sendiri sekarang kelas 2 di salah satu sekolah menengah Atas di wilayah Palabuhanratu, Ia masih kecil badannya juga, juga usianya baru 17 tahun. Setelah mendengar hal yang dialami anak saya (Korban), disitu saya kaget dan shock, seperti disambar petir,” ucap Agus.
Waktu itu, sambung Agus, saya berada di Banten dan ibunya berada di Simpenan, karena posisi saya kerja di Banten, anak saya sekolah di Palabuhanratu.
Kalau alamat anak di Simpenan, tetapi Kartu Keluarga ikut di Banten, anak saya tinggal di rumah ibunya karena saya dulu cerai dengan ibunya anak tahun 2014. Anak saya ikut di Palabuhanratu tadinya ikut sama saya selaku ayahnya, jadi baru 8 bulan tinggal di Palabuhanratu.
“Sebelumnya anak saya sekolah di salah salah satu SMA di wilayah Banten karena kata anak saya sekolah di Salah satu SMA di Palabuhanratu banyak Eskul (ektra kurikuler) katanya, ada Eskul menari dan Eskul lainnya. karena anak sudah bisa menari dari kecil. Lalu bilang ke saya mau ikut pemilihan Puteri Nelayan, waktu itu bulan Februari 2024, makanya saya support, waktu final pun saya ikut acaranya sampai pulang dini hari pukul 01.30 Wib di Frinanda. Pas kemaren dengar begitu, maka dengan kepala dingin kita bikin LP, selesailah bikin laporan Polisi pada tanggal 5 juli 2024. Dilakukan lah BAP oleh pihak kepolisian, lalu anak saya di BAP dan saya pelapor di BAP juga , jadilah LP,” ungkapnya.
Saat hendak di Visum, lanjut Agus, berhubung hari Sabtu dan Minggu itu libur, maka visum tidak keburu waktu bikin LP kan hari Jum’at. m
Maka ke hari Senin, lalu Senin sudah melakukan Visum dan hasilnya sudah diperlihatkan oleh dokter yang memeriksanya.
Dari cerita anak saya bahwa dia dibawa ke Hotel M, karena hotel itu memang 1 bulan telah di booking oleh Panitia hari Nelayan Palabuhanratu 2024. Nah pada malam itu si anak dibawa oleh oknum Pol PP berinisial AA, katanya ada pertandingan voli didekat dermaga.
“Nah anak saya tuh dibawa kesitu oleh oknum Pol PP inisial AA diambil dengan finalis lainnya orang sekitar Loji, lalu dibawalah anak ke hotel M itu, jadi anak dibawa ke kamar bersama finalis inisial T tersebut ke hotel M, kemudian Finalis inisial T bersama oknum Pol PP dengan alasan mau membeli makanan, si finalis inisial T dan oknum pol PP ini keluar dan anak saya ditinggalkan dikamar Hotel M itu. Lalu masuklah terlapor (SRP) dan mematikan lampu serta melakukan Rudapaksa, setelah melakukan Rudapaksa kepada anak saya, si terlapor itu menelpon seseorang anak buahnya yang masih panitia hari Nelayan, dia mengambil seprai yang ada bercak darah (yang keluar dari bagian V) anak saya dan ini sudah masuk di pemeriksaan kemarin pada saat anak diperiksa oleh Polwan dan ini menjadi materi,” jelasnya.
Agus pun menyampaikan bahwa terlapor (SRP) yang sudah punya istri itu kenal dengan anak saya akibat dia ketua umum panitia hari nelayan Palabuhanratu ke 64, terlapor (SRP) sebagai penyeleksi, anak hanya peserta tidak ada hubungan apa-apa. Selain sebagai peserta dilihat dari chattingan yang sudah ada di Polisi.
“Saat anak diperiksa kemarin di Polres, Ia menceritakan kronologisnya bahwa Ia dipaksa dibuka baju segala, lalu ditelanjangi oleh terlapor (SRP). Anak saya meronta, tapi karena badannya kecil walaupun sudah melawan kalah oleh terlapor (SRP) yang badan nya besar, nanti bisa dilihat sendiri oleh awak media badan anak saya
Red











































