ReaksiNews.com || Sukabumi – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi melakukan aksi demontrasi di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Jumat (12/7/2024).
Massa aksi HMI cabang Sukabumi berjumlah 50 orang lebih ini membawakan sepanduk bertuliskan,”Dishub Bobrok Gabisa Kerja”.
Mahasiswa menilai Dishub tidak optimal dalam melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang bermuatan melebihi kapasitas alias ODOL (over dimension/overloading) dan jam operasional kendaraan besar yang melintas di ruas jalan Kabupaten Sukabumi.
“Perda 17 ini telah diatur jam operasional kendaraan berat melintas, tapi faktanya, kendaraan kendaraan berat itu bebas beroperasi hingga menyebabkan banyak terjadi kecelakaan lalulintas di ruas jalan Kabupaten Sukabumi,” tutur Ketua HMI Cabang Sukabumi, Yudi Nurul Anwar di sela aksi.
Lebih Lanjut Yudi, selain pengaturan kapasitas kendaraan dan waktu operasional kendaraan besar, HMI soroti lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang seolah tidak terawat (banyak lampu mati).

“Tuntutan lainnya banyak lampu penerangan jalan umum tidak menyala, kita telah melakukan survey banyak PJU tidak menyala di jalan jalan Sukabumi,” bebernya.
Aksi demonstrasi HMI hari ini, diwarnai aksi bakar ban, dan pemberhentian kendaraan besar yang melintas di ruas jalan Cikembar.
HMI mengaku tidak puas atas aksi hari ini, pasalnya Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi tidak hadir menghadapi massa aksi.
“Kami tidak puas atas demo hari ini karena pak Kadis tidak menggubris tuntutan kita. Kami akan melihat jika dalam satu minggu ini tidak ada perubahan maka kami akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak lagi.” tegasnya.
Sementara itu di katakan Asep Somantri selaku Kabid Lalin pada Dishub Kabupaten Sukabumi mengkonfirmasi, bahwa HMI tuntutannya lebih tertuju pada Perda 17 tahun 2013 tentang pengawasan dan pengendalian angkutan jalan di kabupaten Sukabumi.
“Sebetulnya kita setiap tahun rutin mensosialisasikan, dan melaksanakan pengawasan di titik titik strategis di Cibolang, di Jampang Tengah, dan Cikembar, kita hentikan (truk besar) hingga masuk jam beroperasional,” pungkasnya Asep Somantri.
Red











































