Oleh.Lathief Abdallah.(Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)
REAKSINEWS.COM || Kita akan segera memasuki awal tahun baru Hijriah 1448 dan meniggalkan tahun sebelumnya, 1447 Hijriah. Pergantian tahun merupakan sunatullah, sebuah proses yang pasti dilalui hingga akhir kehidupan alam dunian ini. Pada setiap pergantian tahun kita dapat memetik beragam hikmah, antara lain sebagai berikut;
Pertama. Pergantian tahun sebagai momentum evaluasi diri atau muhasabah. Yaitu memeriksa diri, mengaudit segala hal yang pernah kita lakukan dan yang belum kita laksanakan. Apa saja kesalahan, kelemahan dan kekurangannya di masa lalau untuk kemudian diperbaiki dimasa depan. Agar kelak di yaumul qiyamah menjadi ringan saat dihisab oleh Allah SWT.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dia perbuat untuk Hari Esok (Akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Mahatahu atas apa yang kalian kerjakan” (TQS al-Hasyr [59]: 18).
Kedua. Pergantian tahun hendaknya membuat program hidup menuju lebih baik dari sebelumnya. Setiap orang yang berfikir sehat akan selalu bergerak menuju hal yang lebih baik dan lebih baik.
“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarinnya, maka dia beruntung. Barang siapa yang hari ini sama seperti kemarinnya, maka dia merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarinnya, maka dia celaka.”
(HR. Al Hakim).
Ketiga. Berganti tahun hakikatnya umur semakin berkurang. Berganti tahun hakikatnya kematian semakin mendekat.
Perlu diingatkan bahwa kematian pasti menimpa siapapun. Para raja, rakyat jelata, orang kaya orang miskin semua akan mati. Ingatlah! Siapapun orangnya dan apapun kedudukannya pasti ia akan dijemput kematian. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati” [QS. Ali Imran: 185]
Bila ajal tiba kematian tak bisa dipaju mundurkan barang sesaatpun! “Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya)”.(QS. Yunus [10] : 49`)
Bila kematian telah mendekat siapapun tak bisa lari dan bersembunyi darinya, “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. An-Nisaa: 78)
Keempat. Pergantian hendaklah mengisi umur dengan amal yang berkualitas. Umur kita memang terukur oleh waktu oleh terbatasi masa. Namun kita bisa mengisinya dengan amal yang berpahala tak terukur dan tak terbatas. Shalat selalu berjamaah, rajin silaturahmi dan berdakwah, mendidik anak menjadi salih dan salihah, berinfak dan bersadaqah jariyah. Adalah diantara bentuk amal yang bernilai besar bahkan pahalanya mengalir hingga setelah mati
Rasulullah SAW, bersabda;
“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mush-haf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau shadaqah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia”.
(HR. Ibnu Majah)
Semoga sepnjang usia kita dihiasi dengan kebaikan. Dan dipenghujung umur kita berkahir dengan husnul khatimah. Amin Ya Rabbal Alamin…











































