REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Kehadiran negara bukan sekadar retorika, melainkan tindakan nyata yang menyentuh langsung akar rumput. Narasi memilukan yang sempat beredar di jagat maya mengenai seorang warga di kawasan Selabintana yang berniat mengambil langkah nekat demi biaya sekolah anak, langsung mendapat jawaban konkret di Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi.
Tidak butuh waktu lama bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama jajaran kecamatan dan desa untuk membuktikan bahwa jaring pengaman sosial tetap hidup dan bergerak aktif, liputan khusus hari Selasa, tanggal (02/06/2026).
Langkah taktis yang dipimpin langsung oleh jajaran setempat atas instruksi Bupati Sukabumi ini membuahkan hasil positif. Kasus ini sekaligus membuka tabir mengenai pentingnya administrasi kependudukan sebagai kunci pembuka seluruh bantuan sosial dari pemerintah.
Quick Response Sinergi Kecamatan Sukabumi dan Pemdes Warnasari
Begitu pemberitaan mengenai unggahan media sosial tersebut mencuat, Kasi Pemerintahan Kecamatan Sukabumi, Ibu Reny Agustiny, S.IP, langsung mengambil inisiatif quick response. Tanpa menunda waktu, beliau segera bersinergi dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Warnasari, Bapak Umar Yusman, untuk menelusuri lokasi riil warga yang sedang mengalami kesulitan tersebut.
Tim gabungan kecamatan dan desa langsung melakukan Turun Lapangan (Turlap) pada Senin dan Selasa (1-2 Juni 2026). Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi identitas asli warga yang bersangkutan:
• Nama Asli: Bapak Thevi Suhendi (sebelumnya sempat ditulis dengan inisial IBHZ)
• Alamat Riil: Kampung Selaawi, RT 16 / RW 04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
Langkah turlap ini menjadi bukti nyata bahwa instruksi Bupati Sukabumi agar setiap aparatur wilayah peka dan responsif terhadap dinamika sosial warga, berjalan dengan sangat baik di bawah kepemimpinan Camat Sukabumi, Bpk. Susandikrilah, S.IP., M.A.P.
Mengurai Benang Kusut: Akar Masalah Administrasi di Desa Warnasari Teratasi
Saat mengunjungi kediaman Bapak Thevi Suhendi di Desa Warnasari, Ibu Reny Agustiny, S.IP bersama Kades Umar Yusman tidak datang hanya untuk mendengar, melainkan membawa solusi jangka panjang.
Dari hasil dialog mendalam, terungkap alasan logis mengapa keluarga Bapak Thevi selama ini seolah luput dari radar bantuan sosial, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun beasiswa miskin dari pemerintah.
Fakta Lapangan: Bapak Thevi Suhendi ternyata tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang aktif disebabkan karena dokumen-dokumen penting tersebut telah hilang.
Di era digitalisasi birokrasi saat ini, seluruh program bantuan sosial dan integrasi pembiayaan pendidikan gratis (beasiswa) bersumber pada Single Identity Number berbasis NIK.
Tanpa adanya dokumen KTP dan KK yang valid di dalam sistem data kependudukan, secara otomatis sistem pusat tidak dapat mengalokasikan anggaran bantuan, sekeras apa pun usaha lingkungan sekitar untuk memasukkan nama beliau.
Melihat kondisi ini, langkah konkret pertama yang langsung dieksekusi oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Sukabumi dan Pemdes Warnasari adalah memproses ulang pembuatan KTP dan KK baru bagi Bapak Thevi Suhendi secara prioritas dan cepat.
Edukasi, Semangat Baru, dan Solusi Berkelanjutan untuk Masa Depan Anak
Selain menyelesaikan masalah krusial di bidang administrasi kependudukan, kehadiran Ibu Reny Agustiny, S.IP dan Bapak Umar Yusman di tengah keluarga Bapak Thevi juga membawa misi kemanusiaan yang menyentuh hati. Tim memberikan support mental yang luar biasa kepada Bapak Thevi agar tetap tegar dan optimis menghadapi ujian hidup.
Petugas memberikan edukasi humanis bahwa tindakan nekat yang sempat terpikirkan sebelumnya bukan hanya dilarang oleh hukum dan agama, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan nyawanya yang sangat berharga bagi masa depan ketiga buah hatinya.
Pemerintah daerah memberikan terus mencarikan jalan keluar terbaik, terutama terkait keberlanjutan pendidikan anak-anak Bapak Thevi. Dengan pulihnya dokumen kependudukan (KTP dan KK) Bapak Thevi, pintu bagi yang bersangkutan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah akan terbuka lebar.
Seperti jaminan kesehatan (BPJS PBI), pemulihan hak dalam DTKS, hingga akses beasiswa pendidikan anak, semoga bisa diproses secara maksimal dan dikawal langsung oleh pihak kecamatan.
Sukabumi yang Humanis: Sinergi Tanpa Batas Pemerintah dan Masyarakat
Respon kilat dari jajaran Pemkab Sukabumi, Camat Sukabumi Bpk. Susandikrilah, Kasi Pemerintahan Ibu Reny Agustiny, S.IP, hingga Kades Warnasari Bpk. Umar Yusman ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat dan netizen.
Ini menjadi sebuah vibe positif yang membuktikan bahwa komunikasi dua arah antara media, masyarakat, dan pemerintah dapat menghasilkan solusi yang cepat dan tepat sasaran.
Tragedi keputusasaan kini telah berubah menjadi cerita penuh harapan. Bapak Thevi Suhendi dan ketiga anaknya kini tidak lagi berjalan sendirian di dalam gelap; negara hadir, merangkul, dan memastikan bahwa hak mereka sebagai warga negara dipenuhi dengan cara yang legal, aman, dan bermartabat.
Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Bupati terus berkomitmen untuk memperkuat Early Warning System (sistem peringatan dini) sosial di tingkat RT dan RW.
Kasus di Desa Warnasari ini menjadi momentum indah yang menunjukkan bahwa ketika rakyat membutuhkan, aparatur pemerintah di Kecamatan Sukabumi siap berlari untuk mengulurkan tangan. Tetap optimis, karena Sukabumi adalah rumah yang penuh dengan kepedulian dan gotong royong!
Redaksi












































