REAKSINEWS.COM || KOTA SUKABUMI – Ribuan pengurus RT dan RW s – Kota Sukabumi di berbagai wilayah padati kawasan Balai Kota Sukabumi, pada hari Selasa 2 Juni 2026.
Tergabung dalam Forum RT/RW Se-Kota Sukabumi kembali gelar aksi untuk menyampaikan aspirasi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan juga pernyataan yang dinilai merugikan para pengurus rukun tetangga (RT).
Masa membawa Sepanduk dan Poster yang bertulisan di “AKSI 2.6.26. SUKABUMI MENGGUGAT” (Suara Warga, Keadilan Untuk Semua). Berisi Tuntutan Kepada Pemerintah Kota Sukabumi, Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.
Lebih Lanjut Menurut Mauly Fahlevi Prawira, mengungkapkan bahwa para Ketua RT dan RW merasa perlu menyampaikan aspirasi secara langsung setelah muncul berbagai persoalan yang dinilai mendapatkan respon memadai dari Pemerintah Kota Sukabumi.
” Kami hadir untuk sampaikan aspirasi masyarakat di tingkat kewilayahan, harapan kami pemerintah dapat mendengarkan dan memberikan penjelasan secara terbuka terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian para pengurus RT dan RW,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut massa menyuarakan tuntutan utama yaitu :
![]()
• Meminta Walikota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait pernyataan yang di anggap menyingung keberadaan dan Peran RT/RW.
• Menagih realisasi sejumlah komitmen yang sebelumnya di sampaikan kepada masyarakat, termasuk Program Dana Abadi yang hingga kini dinilai belum terealisasi.
Kendaraan komando, beberapa orator bergantian menyampaikan pandangan dan kritik terhadap jalannya pemerintah saat ini.
“Mereka menilai pengurus RT/RW memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, sehingga keberadaannya harus dihargai dan dilibatkan dalam setiap kebijakan yang menyentuh warga,” tegasnya.
Salah satu seorang orator dalam aksi tesebut, RT dan RW merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakatnya.
” Karena itu kami meminta penghormatan terhadap peran dan kontribusi yang selama ini di berikan,” tambahnya.
Hal ini Panitia Aksi menyebutkan seluruh tahapan kegiatan telah dilakukan sesuai ketentuan, termasuk menyampaikan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian sebelum pelaksanaan unjuk rasa.
Hingga siang ini massa masih bertahan di depan Balai Kota Sukabumi dan menunggu tanggapan dari Pemerintah Daerah, para peserta berharap Walikota Sukabumi Ayep Zaki dapat menemui mereka secara langsung untuk memberikan penjelasan atas berbagai tuntutan yang disampaikan, tandasnya.












































