REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka digelar untuk menentukan kepengurusan baru periode 2026–2031 sekaligus menyusun arah program kerja organisasi lima tahun ke depan.
Ketua Kwarcab demisioner Raden Koesoemo Hutaripto menjelaskan, agenda Muscab tidak hanya membahas pemilihan ketua baru, tetapi juga pemilihan Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab serta penyusunan program kerja organisasi.
“Pada hari ini kita melaksanakan Muscab untuk periodisasi kepengurusan 2026–2031. Selain pemilihan ketua baru, kita juga memilih Ketua LPK dan menyusun program kerja lima tahun ke depan,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Ia mengatakan, proses Muscab dilaksanakan melalui sejumlah sidang pleno dan diharapkan berjalan kondusif hingga selesai.
Dalam Muscab tersebut, calon Ketua Kwarcab yang muncul hanya satu nama, yakni Ranti Ramadhani. Seluruh Kwartir Ranting (Kwaran) dari tujuh kecamatan disebut telah memberikan rekomendasi kepada calon tersebut.
“Untuk saat ini calon ketua hanya satu, yaitu Ibu Ranti Ramadhani. Kemungkinan besar kalau hanya satu akan aklamasi,” katanya.
Menurutnya, syarat pencalonan ketua harus aktif di organisasi kepramukaan minimal lima tahun, baik di tingkat Kwarcab, Kwaran, maupun Gugus Depan sekolah. Selain itu, pencalonan juga harus mendapat dukungan dari Kwaran.
Minimal rekomendasi dua Kwaran, tapi ini seluruh Kwaran merekomendasikan beliau,” ucapnya.
Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu menjaga netralitas Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda serta meningkatkan dukungan anggaran organisasi.
“Pramuka harus tetap menjadi kawah candradimuka generasi muda dan tetap netral dari kepentingan politik,” tegasnya.
Selain peningkatan kegiatan, ia juga berharap adanya perhatian terhadap kondisi bumi perkemahan yang dinilai memerlukan perbaikan karena keterbatasan anggaran selama ini.
Terkait anggaran, ia menyebut dana kepramukaan saat ini berkisar Rp350 juta dan berharap ke depan dapat meningkat hingga Rp1 miliar agar kegiatan Pramuka bisa lebih optimal.
Ia juga berharap pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) mendatang dapat sepenuhnya dibiayai Kwarcab sehingga tidak lagi membebani peserta didik.
“Kalau bisa Jamnas ke depan dibiayai penuh oleh Kwarcab. Jangan sampai peserta didik masih dibebani biaya,” pungkasnya.












































